Ekonomi & Bisnis

Pondok Lele Geulumpang Payong Abdya Strategi Pangan Wujudkan Desa Mandiri

×

Pondok Lele Geulumpang Payong Abdya Strategi Pangan Wujudkan Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini
Keuchik Geulumpang Payong, Kec Blangpidie, Kab Aceh Barat Daya, Khairuddin. Foto: Ihan Nurdin/byklik.com

Byklik | Blangpidie—Keuchik Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Khairuddin, berhasil mengantarkan desanya menjadi Desa Mandiri berkat berbagai inisiatif yang dilakukan. Salah satu inisiasi yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga adalah kehadiran budi daya lele melalui unit usaha gampong Pondok Lele.

Khairuddin menjelaskan, inisiatif ini dimulai pada tahun 2025. Niat awalnya bukanlah untuk mencari keuntungan finansial desa, melainkan untuk memenuhi kebutuhan gizi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya pengentasan stunting. Program produktif tersebut awalnya dimulai hanya dengan satu kolam bioflok. Hasil panen lele saat itu dibagikan kepada seluruh warga sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat.

“Dari yang awalnya satu berkembang menjadi tiga bioflok, dan sekarang sudah ada enam bioflok dengan kapasitas mulai dari 4 hingga 12 ribu benih,” kata Khairuddin, Kamis, 3 September 2026.

Baca Juga  Tara Farihal Menang Muskohcab, Pimpin Kohati Blangpidie 2026–2027

Jenis ikan yang dipilih adalah lele Sangkuriang, varietas yang terkenal tahan penyakit dan tumbuh cepat. Dalam hal pemeliharaan, Khairuddin menerapkan pola manajemen yang terukur, air kolam diganti secara rutin setiap dua hari sekali dan pakan difokuskan penuh pada pelet berstandar pabrikan.

“Kalau bicara gizi dan pertumbuhan, konsumsi pakan alami seperti perut ayam itu kualitasnya tidak stabil. Dengan pelet, nutrisinya sudah terukur dan standar,” tegas Khairuddin.

Budi daya lele menurutnya sangat fleksibel. Masa panen perdana dicapai dalam waktu dua bulan, dan selanjutnya panen berkala dapat dilakukan setiap sepuluh hari sekali. Yang menggembirakan, Pondok Lele tersebut kini menjadi suplier lele untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Aceh Barat Daya sehingga hasil penjualannya dapat meningkatkan pendapatan asli desa.

“Bahkan SPPG di Alue Bilie Nagan Raya juga mengambil ke sini,” ujar Khairuddin.

Baca Juga  Teknologi Biogeotekstil Tingkatkan Hasil Kentang Hingga 35 Ton

Selain motivasi yang kuat untuk membangun desa yang mandiri, Khairuddin juga memiliki latar belakang lulusan agribisnis dari Universitas Syiah Kuala. Pengetahuan akademik itu kemudian ia sandingkan dengan hasil studi banding ke Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah, salah satu ikon desa mandiri di Indonesia yang berhasil mewujudkan PADes hingga miliaran rupiah. Hasilnya, Geulumpang Payong saat ini menjadi salah satu desa dengan PADes tertinggi di Abdya.

Selain Pondok Lele, Gampong Geulumpang Payong juga memiliki unit usaha air minum isi ulang. Keberhasilan pengelolaan BUMG dan tingginya PAD desa berimbas langsung pada aksi sosial. Melalui lembaga Baitul Mal Gampong, desa ini mampu mengalokasikan dana santunan anak yatim hingga mencapai Rp80 juta per tahun.[]