Ekonomi & Bisnis

Ekspor Aceh Tumbuh 36,97 Persen, Impor Melonjak

Raudhatul
×

Ekspor Aceh Tumbuh 36,97 Persen, Impor Melonjak

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, secara resmi melepas ekspor Kopi Gayo Wine produksi Syukran Kopi Wine ke Dubai, Uni Emirat Arab, di Kampung Umang, Kecamatan Bebesen, Kamis, 11 Juni 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)

Byklik.com | Banda Aceh – Aktivitas perdagangan luar negeri Aceh menunjukkan perkembangan signifikan pada Juli 2026. Nilai ekspor tercatat US$84,04 juta, sedangkan impor mencapai US$81,89 juta.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat nilai ekspor Juli 2026 turun 1,49 persen dibandingkan Juni 2026. Namun secara tahunan atau year on year (y-on-y), ekspor tumbuh 36,97 persen dibandingkan Juli 2025.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan dari total ekspor tersebut, komoditas asal Aceh yang dikirim melalui pelabuhan di wilayah Aceh mencapai US$68,31 juta atau 81,29 persen.

“Sementara itu, komoditas senilai US$15,71 juta dikirim melalui pelabuhan di luar Aceh, yang sebagian besar melalui pelabuhan di Sumatera Utara,” ujar Agus, Selasa, 1 September 2026.

Baca Juga  Dekranasda Gandeng BI Kembangkan Tenun Aceh Tamiang

India menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$63,05 juta. Komoditas yang dikirim didominasi batu bara, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), serta berbagai produk kimia.

Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan nilai ekspor US$10,18 juta, terutama berupa kopi dan rempah-rempah. Thailand menyusul di posisi ketiga dengan nilai US$3,13 juta berupa batu bara, olahan daging dan ikan, serta kopi dan rempah-rempah.

“Dari sisi komoditas, batu bara masih mendominasi ekspor Aceh. Nilainya mencapai US$53,18 juta atau sekitar 63,29 persen dari keseluruhan ekspor pada Juli 2026,” jelasnya.

Selain batu bara, komoditas ekspor utama Aceh lainnya adalah lemak dan minyak hewan atau nabati, termasuk CPO, serta kopi dan rempah-rempah.

Baca Juga  USK Terjunkan 495 Personel untuk Supervisi Hewan Kurban

Sementara itu, impor Aceh melonjak 214,46 persen secara bulanan menjadi US$81,89 juta pada Juli 2026. Secara tahunan, nilai impor juga meningkat 56,82 persen dibandingkan Juli 2025.

Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$56,88 juta yang hampir seluruhnya berupa gas propana/butana. Rusia berada di urutan kedua dengan nilai US$11,63 juta, didominasi pupuk, sedangkan Tiongkok mencapai US$9,77 juta berupa mesin atau pesawat mekanik serta pupuk.

Berdasarkan komoditas, gas propana/butana menjadi penyumbang terbesar impor Aceh dengan nilai US$56,88 juta atau 69,46 persen dari total impor Juli 2026. Komoditas utama lainnya adalah pupuk serta mesin atau pesawat mekanik.