Byklik.com | Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai agenda digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM perlu bergeser dari sekadar masuk ke platform digital menjadi upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Dengan penetrasi internet nasional yang mencapai 80,6 persen, pemerintah kini mengarahkan konektivitas agar mampu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat.
“Kalau dulu kita masih pakai bendera go digital, UMKM go digital, sekarang saya kira kita harus mengarah kepada go produktif dan go kompetitif,” ujar Nezar dalam Gala Dinner dan Serah Terima Amanah SERTINAH Pengurus Komunitas Tangan Di Atas TDA di Jakarta Selatan, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurut Nezar, konektivitas yang berdampak bagi UMKM dapat diwujudkan melalui pemanfaatan platform digital untuk memperluas kegiatan usaha sekaligus mendorong pelaku usaha naik kelas.
“Ada banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita lihat, dengan adanya go produktif dan go kompetitif melalui platform digital ini, sejumlah UMKM naik kelas, sejumlah UMKM juga bisa besar. Dan ada banyak yang sudah go global juga,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM perlu diperkuat melalui kolaborasi antarpelaku usaha. Pertumbuhan bisnis dinilai tidak cukup dilakukan secara individual, tetapi membutuhkan ekosistem yang saling mendukung.
Nezar menilai filosofi TDA relevan dengan kebutuhan tersebut karena komunitas dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, keterampilan, hingga peluang bisnis.
Karena itu, ia mendorong TDA untuk terus memperkuat jejaring dan ekosistem usaha yang memungkinkan pelaku UMKM tumbuh bersama serta meningkatkan kapasitas bisnis di tengah perkembangan ekonomi digital.
Pergeseran dari sekadar “go digital” menuju “go produktif dan go kompetitif” diharapkan membuat transformasi digital UMKM tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah terhadap produktivitas, skala usaha, dan daya saing di pasar nasional maupun global.











