Ekonomi & Bisnis

Riefky Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Avatar
×

Riefky Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Ekraf Teuku Riefky Harsya menghadiri Youth Talk Karya Kreatif Indonesia KKI 2026 bertajuk “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan” di Jakarta International Convention Center JICC, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026. [Foto: Kemen Ekraf]

Byklik.com | Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Ekraf Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan peran generasi muda sebagai aktor utama dalam pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Hal tersebut disampaikan Riefky saat menghadiri Youth Talk Karya Kreatif Indonesia KKI 2026 bertajuk “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan” di Jakarta International Convention Center JICC, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Riefky mengatakan, generasi muda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai sasaran dalam pengembangan ekonomi kreatif. Anak muda harus diberikan ruang untuk menjadi pelaku sekaligus penggerak dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

“Tentu dalam implementasinya, generasi muda diposisikan bukan hanya sebagai sasaran pengembangan, namun diberikan peran sebagai aktor utama dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif,” kata Riefky dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ia menilai penguatan kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Bank Indonesia BI diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan pembiayaan kreatif, digitalisasi, akses pasar, hingga pengembangan e-commerce berbasis potensi daerah.

Baca Juga  Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Raksasa Lotte di Cilegon

Menurut Riefky, pengembangan ekonomi kreatif perlu dimulai dari penguatan talenta. Talenta yang berkembang akan melahirkan kreativitas dan karya, kemudian menghasilkan kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi.

“Dari talenta tumbuh kreativitas yang melahirkan karya, kemudian tercipta kekayaan intelektual yang bernilai, berkembang, dan menggerakkan ekonomi,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS, sektor ekonomi kreatif saat ini menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja. Sebanyak 63 persen di antaranya merupakan generasi Z dan milenial.

Sementara itu, kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto PDB nasional mencapai sekitar 7,38 persen. Pemerintah menargetkan kontribusi tersebut meningkat menjadi 8 persen sebelum 2029.

Riefky menegaskan penguatan peran generasi muda tersebut sejalan dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif Rindekraf 2026–2045.

Baca Juga  Illiza Gandeng ILO Wujudkan Banda Aceh sebagai Kota Parfum Indonesia

Melalui Rindekraf, pemerintah mendorong penguatan talenta, pembiayaan, infrastruktur, akses pasar, serta insentif untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin inklusif dan berdaya saing.

Kolaborasi Ekraf dan BI juga akan diarahkan pada strategi pendanaan dan pembiayaan melalui forum bisnis, pengembangan big data ekonomi kreatif untuk mengidentifikasi peluang ekspor jasa kreatif, aktivasi ruang publik dan ruang kreatif di daerah, serta pemetaan data dan pasar.

Pemerintah turut mendorong pengembangan skema insentif berbasis ekonomi kreatif hijau atau green economy.

Riefky berharap kolaborasi tersebut dapat menciptakan ruang lebih besar bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas menjadi karya dan peluang ekonomi, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia.

Dengan demikian, anak muda tidak hanya menjadi penerus pelaku ekonomi kreatif yang sudah ada, tetapi juga menjadi kekuatan baru yang mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.