Byklik.com | Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Medco E&P Malaka mencatat pencapaian penting dalam upaya meningkatkan produksi gas nasional dari wilayah Aceh. Melalui program perbaikan sumur atau workover pada dua sumur di Wilayah Kerja A, yakni Sumur JR-74 dan JR-38A, diperkirakan terdapat potensi tambahan produksi gas sekitar 4 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD.
Sumur JR-74 menjadi pencapaian pertama yang berhasil diselesaikan dengan aman dan sesuai jadwal. Sejumlah pekerjaan teknis dilakukan, mulai dari perbaikan semen atau cement remediation, penekanan semen atau squeeze cementing, pelubangan formasi atau perforasi, pemasangan sistem penyelesaian tunggal selektif atau single selective completion, hingga pengaliran uji pada Formasi Upper Keutapang UK-4 dan UK-5.
Seluruh tahapan tersebut berjalan lancar dan sumur kembali menunjukkan kinerja yang menjanjikan.
Sementara itu, Sumur JR-38A juga menunjukkan perkembangan positif. Program workover yang dimulai pada 18 Juli 2026 meliputi sejumlah tahapan teknis, seperti pencabutan rangkaian pipa suntik, pembersihan selubung sumur, pemasangan alat penahan bawah, hingga pelubangan pada Formasi BB Sand.
Operasi kemudian dilanjutkan dengan pemasangan sistem penyelesaian ganda atau Dual Completion. Konfigurasi tersebut memungkinkan zona produksi dan zona suntik beroperasi secara bersamaan melalui dua saluran pipa terpisah sehingga meningkatkan fleksibilitas pengelolaan lapangan.
Pada pengujian kemampuan penyuntikan 30 Juli 2026, tercatat laju aliran sebesar 3,2 barel per menit pada tekanan 1.000 psi. Angka tersebut setara dengan sekitar 4.600 barel air per hari.
Sehari kemudian, pengaliran uji berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan estimasi potensi produksi sekitar 1,5 MMSCFD.
Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan kedua zona mampu mengalirkan gas ke permukaan dengan kinerja yang sangat baik.
“Pekerjaan ini berhasil mengembalikan potensi produksi gas dari Formasi UK-4 dan UK-5 dengan estimasi tambahan potensi produksi sekitar 2,5 MMSCFD,” ujar Ibnu, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurutnya, tahap selanjutnya adalah pelaksanaan uji produksi secara menyeluruh untuk memastikan laju produksi masing-masing zona sebelum sumur memasuki fase produksi komersial.
Keberhasilan Sumur JR-74 dan kemajuan pada JR-38A dinilai menjadi bukti sinergi antara BPMA dan Medco E&P Malaka dalam mengoptimalkan potensi lapangan yang telah berproduksi.
Dukungan teknologi, penerapan standar keselamatan kerja, serta pelaksanaan operasi secara terencana dan presisi menjadi faktor penting dalam keberhasilan program workover tersebut.
Dengan perkiraan tambahan potensi produksi gas gabungan mencapai 4 MMSCFD, capaian tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan secara optimal sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan pasokan gas nasional, khususnya dari wilayah Aceh.











