Headline

Mendikdasmen Lantik 17 Kepala SNT

Bambang Iskandar Martin
×

Mendikdasmen Lantik 17 Kepala SNT

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu'ti melantik 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) perdana di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Kamis, 6 Juli 2026. (Foto: Biro Komunikasi dan Humas Kemendikdasmen)

Byklik.com | Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melantik 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) perdana di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Kamis, 6 Juli 2026.

Pelantikan tersebut menjadi langkah awal penyelenggaraan SNT sebagai satuan pendidikan yang diarahkan untuk memberikan layanan pembelajaran sesuai dengan potensi akademik dan nonakademik peserta didik.

Sebanyak 17 kepala sekolah yang dilantik akan bertugas di Subulussalam, Banyumas, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Minahasa Utara, Tidore Kepulauan, Bone Bolango, Bogor, Cianjur, Gowa, Kupang, Tarakan, Donggala, Bolaang Mongondow, Jepara, Buton Tengah, Tebo, dan Tanjung Jabung Timur.

Para kepala sekolah tersebut merupakan hasil seleksi nasional yang diselenggarakan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) bersama unit terkait di lingkungan Kemendikdasmen.

Dalam arahannya, Abdul Mu’ti mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki potensi akademik dan nonakademik.

Baca Juga  Di Hadapan Pendemo, Al-Farlaky Tegaskan Komitmen untuk Korban Banjir

“Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Saudara-saudara adalah kepala sekolah pertama Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi generasi unggul Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, SNT tidak dimaksudkan untuk menciptakan eksklusivitas dalam pendidikan. Sekolah tersebut diharapkan mampu menyediakan ruang belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik.

Selain itu, SNT diharapkan dapat menjadi sekolah rujukan dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang berkualitas dan inovatif.

“Menjadi pionir tentu tidak selalu mudah, tetapi Bapak dan Ibu akan menjadi bagian dari sejarah pendidikan Indonesia. Saya berharap Saudara-saudara dapat melaksanakan amanah ini dengan penuh dedikasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi sehingga Sekolah Nasional Terintegrasi benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi generasi terbaik bangsa,” katanya.

Pelantikan 17 kepala SNT juga menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan talenta peserta didik.

Baca Juga  Patah Tangan, Jemaah Haji Aceh Barat Batal Berangkat

Para kepala sekolah diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pengelolaan satuan pendidikan, tetapi juga mampu membangun budaya belajar yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan murid.

Kemendikdasmen berharap keberadaan 17 SNT dapat turut memperkuat mutu pendidikan di berbagai daerah. Para kepala sekolah yang baru dilantik diharapkan mampu mengembangkan kepemimpinan yang adaptif, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mendorong inovasi dalam pembelajaran.

Dengan dimulainya penyelenggaraan SNT, pemerintah berharap model layanan pendidikan tersebut dapat membantu peserta didik mengembangkan potensi secara lebih optimal. Praktik baik yang berkembang di SNT juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi satuan pendidikan lain dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Penyelenggaraan SNT menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus membangun lingkungan belajar yang dapat mendukung perkembangan potensi akademik dan nonakademik secara menyeluruh.***