Byklik.com | Soppeng – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor kehutanan melalui program magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan.
Upaya tersebut diwujudkan dengan menerima lima peserta magang mandiri dari SMK Kehutanan Negeri Makassar di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Program magang yang difasilitasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan melalui Seksi KSDA Wilayah III Soppeng itu dimulai pada Senin, 27 Juli 2026, dan akan berlangsung selama satu bulan.
Selama mengikuti program tersebut, para siswa memperoleh kesempatan belajar secara langsung di lapangan untuk memperdalam kompetensi teknis dalam pengelolaan kawasan konservasi sekaligus memahami praktik pengelolaan sumber daya alam.
Kepala Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Mustari Tepu, mengatakan program magang merupakan bagian dari strategi Kementerian Kehutanan dalam mencetak calon tenaga teknis kehutanan yang memiliki kompetensi, pengalaman lapangan, dan karakter sebagai rimbawan profesional.
Menurutnya, pengalaman praktik di lapangan menjadi bekal penting bagi siswa untuk memahami berbagai tantangan pengelolaan kawasan konservasi, mulai dari perlindungan keanekaragaman hayati hingga pengembangan potensi wisata alam.
“Pengalaman kerja melalui magang mandiri menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, khususnya terkait pengenalan potensi keanekaragaman hayati dan ekosistem, pencegahan gangguan keamanan hutan, serta pengembangan potensi wisata alam. Melalui magang ini, siswa dapat meningkatkan profesionalisme sebagai modal menjadi rimbawan yang lebih baik,” ujar Mustari.
Selama menjalani magang di Resor TWA Lejja, para peserta akan dibimbing langsung oleh petugas lapangan dalam berbagai kegiatan teknis. Kegiatan tersebut meliputi inventarisasi spesies asing invasif (invasive alien species), patroli pengamanan kawasan bersama Polisi Kehutanan (Polhut), serta pemetaan potensi pengembangan ekowisata.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Soppeng, Raduan, mengatakan jajarannya siap memberikan pendampingan dan ruang belajar yang memadai agar para peserta memperoleh pengalaman kerja sesuai kebutuhan dunia kehutanan.
“Pengalaman lapangan sangat penting untuk membentuk kompetensi dan karakter calon tenaga teknis menengah kehutanan agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai praktik pengelolaan hutan secara profesional. Kami di unit tapak siap memberikan ruang pembelajaran yang berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, pembelajaran berbasis praktik tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan beradaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan kawasan konservasi.
Melalui program magang tersebut, Kementerian Kehutanan berharap para siswa mampu mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah dengan pengalaman praktik di lapangan. Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi rimbawan yang kompeten, berdedikasi, dan siap berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan serta keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.***











