Berita Utama

Wabup Armia Ajak Semua Pihak Lindungi Anak

Bambang Iskandar Martin
×

Wabup Armia Ajak Semua Pihak Lindungi Anak

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Bener Meriah, Armia, memberikan ucapan Selamat Hari Anak kepada pelajar SD Negeri Kute Kering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Kamis, 23 Juli 2026. (Foto: Diskominfo Bener Meriah)

Byklik.com | Redelong – Wakil Bupati Bener Meriah, Armia, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat perlindungan terhadap anak sebagai bagian dari upaya mencetak generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Armia saat memimpin upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sebagai inspektur upacara di SD Negeri Kute Kering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Kamis, 23 Juli 2026.

Peringatan Hari Anak Nasional itu turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Bener Meriah Meutia Fauziah Tagore Abubakar, Sekretaris Daerah Bener Meriah Riswandika Putra, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bener Meriah Use Ferawati Riswandika Putra, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Saidi M. Nurdin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Edi Jaswin, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Sukry Tomtars, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Alpahmi, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, kepala sekolah, dewan guru, serta para siswa SD Negeri Kute Kering.

Dalam amanatnya, Armia mengucapkan selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak di Kabupaten Bener Meriah. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Baca Juga  Kapolri Tekankan Pengabdian dan Pelayanan untuk Masyarakat

Menurut Armia, tema Hari Anak Nasional Tahun 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, mengandung pesan bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga, harus dihormati, dilindungi, dan diberi ruang untuk menyampaikan pendapat sesuai usia dan tingkat kematangannya.

“Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya. Melindungi anak adalah kewajiban seluruh pihak agar mereka terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, maupun perundungan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” kata Armia.

Ia menilai investasi terbaik bagi bangsa bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini dengan memastikan seluruh hak anak terpenuhi.

Armia menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan, mulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak, satuan pendidikan, pemerintah, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga masyarakat luas.

Selain itu, ia juga mendorong anak-anak agar berani menyampaikan pendapat, saling menjaga, serta saling mengingatkan sesuai usia dan kapasitasnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Baca Juga  UPTD PPA Banda Aceh Tangani 91 Kasus Kekerasan

“Saya mengajak seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, lembaga pendidikan, komunitas, keluarga, serta seluruh anak Indonesia untuk menjadi bagian dari Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak). Mari kita pastikan semangat ini bergema dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas hingga ruang digital, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya,” ujarnya.

Menurut Armia, ketika seluruh elemen bangsa bersatu memberikan perlindungan kepada anak, maka pada saat yang sama bangsa sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045 melalui lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Menutup amanatnya, Armia mengingatkan bahwa setiap anak berhak merasa aman dan bahagia di rumah, sekolah, ruang publik, maupun di dunia digital. Ia juga meminta anak-anak untuk tidak takut melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

“Jika suatu saat kalian merasa tidak nyaman, mengalami kekerasan, atau melihat teman kalian mengalaminya, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk melindungi kalian,” tutupnya.***