Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik penerbangan perdana maskapai SalamAir pada rute Muscat–Medan yang dinilai akan memperkuat konektivitas Indonesia dengan Oman sekaligus membuka akses lebih luas bagi wisatawan Timur Tengah menuju Sumatra Utara, termasuk Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas.
Penerbangan perdana maskapai asal Oman tersebut berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026. Pesawat lepas landas dari Muscat dan mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pembukaan rute penerbangan langsung Muscat–Medan menjadi momentum penting dalam memperkuat konektivitas internasional sekaligus memperluas peluang kunjungan wisatawan dari kawasan Timur Tengah ke Indonesia.
“Kami menyambut baik penerbangan perdana SalamAir dari Muscat menuju Medan. Rute langsung ini tidak hanya memperkuat konektivitas Indonesia dengan Oman, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi wisatawan Timur Tengah untuk menjelajahi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya Sumatra Utara dengan Danau Toba sebagai salah satu destinasi prioritas,” ujar Widiyanti di Jakarta.
Menurutnya, kehadiran SalamAir menjadi sinyal positif bagi penguatan pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Muscat memiliki posisi strategis sebagai pusat penghubung (hub) yang mengoneksikan Indonesia dengan berbagai kota di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Konektivitas tersebut diharapkan mampu memperluas promosi pariwisata Indonesia kepada wisatawan dari Oman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, serta negara-negara potensial lainnya di kawasan tersebut.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan pasar Timur Tengah merupakan salah satu pasar strategis bagi pariwisata Indonesia. Wisatawan dari kawasan tersebut memiliki minat tinggi terhadap wisata keluarga, pariwisata ramah Muslim, perjalanan mewah, wisata kebugaran, wisata berbasis alam, hingga perjalanan minat khusus.
Selain itu, wisatawan Timur Tengah juga dikenal memiliki ketertarikan terhadap destinasi alam, wisata kuliner, pusat perbelanjaan, serta layanan akomodasi berkualitas.
“Pembukaan rute ini sejalan dengan upaya Kementerian Pariwisata untuk memperkuat aksesibilitas, meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan, serta mendorong pemerataan kunjungan ke destinasi di luar Bali. Sumatra Utara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pintu masuk wisatawan Timur Tengah, baik untuk perjalanan wisata, keluarga, maupun konektivitas lanjutan ke destinasi lain di Indonesia,” kata Ni Made.
Kementerian Pariwisata menilai kehadiran rute penerbangan langsung tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku industri pariwisata di Sumatra Utara.
Manfaat tersebut diperkirakan akan dirasakan oleh sektor perhotelan, restoran, biro perjalanan wisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku ekonomi kreatif, serta pengelola destinasi wisata.
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Kemenpar mendorong penyusunan paket wisata yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Timur Tengah, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kolaborasi promosi antara maskapai penerbangan, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata.
“Ke depan, Kementerian Pariwisata akan terus memperkuat kerja sama dengan maskapai penerbangan, pelaku industri, dan mitra strategis internasional dalam meningkatkan konektivitas udara menuju Indonesia,” ujar Ni Made.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara, meningkatkan lama tinggal (length of stay) dan belanja wisatawan, serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kementerian Pariwisata berharap pembukaan rute Muscat–Medan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing pariwisata Sumatra Utara di pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara dari kawasan Timur Tengah.***











