Berita UtamaHeadline

140 Gempa Guncang Aceh Sepanjang Juni 2026, 13 Kali Dirasakan

Raudhatul
×

140 Gempa Guncang Aceh Sepanjang Juni 2026, 13 Kali Dirasakan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

Byklik.com | Banda Aceh – Sebanyak 140 gempa bumi mengguncang wilayah Aceh dan sekitarnya selama periode 1 hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 13 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Berdasarkan kekuatannya, sebagian besar gempa yang terjadi tergolong berkekuatan rendah. Tercatat 110 gempa memiliki magnitudo di bawah 3, sedangkan 30 gempa lainnya berkekuatan magnitudo 3 hingga kurang dari 5. Selama Juni 2026, tidak ada gempa berkekuatan magnitudo 5 atau lebih yang terjadi di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Dari sisi kedalaman, sebanyak 132 gempa merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, delapan gempa berada pada kedalaman 60 hingga 300 kilometer, dan tidak ditemukan gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.

Baca Juga  Mensos Serahkan Bantuan Rp9 Miliar untuk Bencana Aceh

Episentrum gempa tersebar di berbagai wilayah Aceh, baik di daratan maupun di perairan. Sejumlah daerah yang mencatat aktivitas kegempaan antara lain Pidie, Bener Meriah, Aceh Selatan, Simeulue, serta kawasan perairan barat Aceh. Aktivitas gempa tertinggi terjadi pada Jumat, 27 Juni 2026, dengan 11 kejadian dalam sehari. Sementara itu, pada Sabtu, 7 Juni 2026, dan Rabu, 18 Juni 2026, masing-masing tercatat 10 kejadian.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengatakan tingginya frekuensi gempa di Aceh merupakan fenomena yang normal karena wilayah tersebut berada di zona pertemuan lempeng tektonik yang aktif.

Baca Juga  Hujan Es Disertai Angin Kencang Landa Atu Lintang Takengon

“Aceh berada pada kawasan pertemuan lempeng aktif sehingga aktivitas gempa merupakan kondisi yang lazim terjadi. Meski demikian, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik,” ujar Andi.

Ia menegaskan, hingga kini aktivitas kegempaan yang terjadi masih berada dalam karakteristik tektonik normal wilayah Aceh dan belum menunjukkan adanya anomali yang mengindikasikan peningkatan potensi bencana besar.

Andi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait gempa bumi.

“Masyarakat hendaknya selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG serta memahami prosedur penyelamatan saat terjadi gempa sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko apabila terjadi gempa dengan kekuatan yang lebih besar,” katanya.