Berita UtamaHeadline

Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah Jadi Tiga Orang

Avatar
×

Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah Jadi Tiga Orang

Sebarkan artikel ini
KMP Aceh Hebat 2 di Dermaga Ulee Lheue, Banda Aceh. [Foto: Dok. Dishub Aceh]

Byklik.com | Banda Aceh – Korban meninggal dunia akibat ledakan KMP Aceh Hebat 2 kembali bertambah. Setelah hampir tiga pekan menjalani perawatan intensif, taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Muhammad Zulfikar, menghembuskan napas terakhir di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Dengan demikian, jumlah korban tewas dalam insiden ledakan di Pelabuhan Ulee Lheue tersebut kini menjadi tiga orang.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan Muhammad Zulfikar meninggal dunia pada Rabu, 1 Juli 2026, sekitar pukul 01.00 WIB setelah mendapatkan perawatan intensif sejak insiden terjadi.

“Atas nama Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kami berdoa semoga almarhum mendapat tempat terbaik, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi cobaan ini,” ujar Andri.

Baca Juga  Rusia–Indonesia Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkotika

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Muhammad Zulfikar dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Pidie untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kepergian Muhammad Zulfikar menambah daftar korban meninggal dalam ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pada pertengahan Juni 2026.

Insiden ledakan yang terjadi di ruang mesin kapal penyeberangan rute Banda Aceh–Sabang itu mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar. Sebanyak 14 korban merupakan taruna Poltekpel Malahayati yang sedang menjalani praktik di atas kapal, sedangkan satu korban lainnya merupakan anak buah kapal (ABK) KMP Aceh Hebat 2.

Sebelum Muhammad Zulfikar, dua taruna lainnya, Fahri Herdi Eko asal Medan dan Muhammad Bilal Ramzi asal Sabang, lebih dahulu meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang mereka alami.

Baca Juga  Wali Kota Lhokseumawe Bahas Rencana Lapas Terbuka dengan Dirjen Pemasyarakatan

Andri menegaskan ASDP terus memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarga sejak hari pertama insiden terjadi. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit serta berbagai instansi terkait untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.

“Karena itu, sejak insiden terjadi ASDP terus hadir mendampingi proses penanganan korban, berkoordinasi dengan rumah sakit dan seluruh instansi terkait, serta mengawal kebutuhan keluarga, termasuk hingga proses pemulangan jenazah serta pemakaman,” katanya.

Selain fokus pada penanganan korban, ASDP juga mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti ledakan kapal tersebut.

“Setiap pembelajaran dari peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan,” tutup Andri.