Berita Utama

BNPB: 167 Huntap Korban Banjir di Bireuen Hampir Rampung

Avatar
×

BNPB: 167 Huntap Korban Banjir di Bireuen Hampir Rampung

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau salah satu Hunian Tetap (Huntap) di Desa Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Selasa 23 Juni 2026. [Foto: BNPB]

Byklik.com | Bireuen – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto memastikan pembangunan 167 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar di Kabupaten Bireuen menunjukkan progres signifikan dan segera dapat ditempati masyarakat.

Kepastian itu disampaikan Suharyanto saat meninjau langsung lokasi pembangunan Huntap di lima kecamatan di Kabupaten Bireuen, Selasa, 23 Juni 2026. Selain memeriksa progres fisik bangunan, ia juga berdialog dengan warga penerima manfaat serta mengecek kualitas rumah yang telah selesai dibangun.

“Kami melihat progres pembangunan Huntap di Bireuen cukup baik, yang sudah jadi ada 100 lebih. Targetnya, seluruh pembangunan Huntap di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat diselesaikan hingga akhir tahun 2027 sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah yang layak dan aman,” ujar Suharyanto.

Baca Juga  45 Anak di Bireuen Keracunan MBG, Ini Menu yang Dikonsumsi

Di Kabupaten Bireuen, pembangunan Huntap tersebar di Kecamatan Jangka, Juli, Samalanga, Peudada, dan Peusangan dengan total 167 unit. Sementara di Kabupaten Aceh Utara, tujuh unit telah rampung dari target pembangunan sebanyak 109 unit.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB menemukan beberapa aspek bangunan yang masih perlu disempurnakan. Ia meminta pihak pelaksana segera melakukan perbaikan agar seluruh hunian memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

“Kami sudah menyampaikan beberapa koreksi kepada pihak ketiga pelaksana pembangunan dan proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap agar kualitas bangunan semakin baik,” katanya.

Suharyanto mengatakan masyarakat menyambut baik program pembangunan Huntap yang dinilai menjadi solusi nyata bagi korban banjir yang kehilangan tempat tinggal, terutama kelompok masyarakat menengah ke bawah.

“Rumah merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Karena itu, pemerintah hadir untuk membantu masyarakat memperoleh kembali tempat tinggal yang layak sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga  Prabowo Saksikan Teknologi Pertanian Modern di Karawang

Saat ini, setiap unit Huntap dibangun dengan nilai bantuan Rp60 juta. Namun, BNPB mengusulkan peningkatan nilai bantuan menjadi Rp70 juta hingga Rp80 juta agar kualitas bangunan dapat ditingkatkan, termasuk perluasan area berkeramik, penambahan teras, peningkatan kualitas material, serta penyempurnaan fasilitas kamar mandi dan sanitasi.

“Kalau nilainya bisa ditingkatkan menjadi Rp70 atau Rp80 juta, rumah tipe 36 ini akan menjadi lebih baik dan tetap relatif tidak mahal. Kami berharap pemerintah pusat dapat mendengar kebutuhan di lapangan,” kata Suharyanto.

Pembangunan Huntap merupakan bagian dari program percepatan pemulihan pascabencana yang dijalankan pemerintah untuk memastikan warga terdampak memperoleh hunian yang aman, layak, dan berkelanjutan sebagai bekal memulai kembali kehidupan mereka.