Byklik.com | Sinabang – Sebanyak 57 peserta didik Sekolah Lanjut Usia Berdaya (Sidaya) di Desa Tamon, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, resmi diwisuda setelah menyelesaikan masa pendidikan, Senin, 15 Juni 2026.
Wisuda tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan meningkatkan kualitas hidup dapat terus tumbuh meski memasuki usia lanjut. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Masyarakat Peduli dan Cinta Lansia (Gempita) sebagai upaya memperkuat pelayanan bagi lanjut usia di Kabupaten Simeulue.
Bupati Simeulue, Muhammad Nasrun Mikaris, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah mengikuti program sekolah lansia hingga selesai.
“Kami mengapresiasi atas wisuda ini. Dan ini menunjukkan semangat para lansia yang tetap aktif belajar dan terus meningkatkan kualitas hidup di usia senja,” kata Muhammad Nasrun Mikaris.
Ia turut mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Sekolah Lansia Sidaya yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dengan baik.
“Selamat kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia Sidaya. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal untuk menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujarnya.
Muhammad Nasrun Mikaris menjelaskan, program sekolah lansia merupakan bagian dari program strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup penduduk lanjut usia.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue.
Menurutnya, sekolah lansia dirancang untuk mewujudkan lanjut usia yang tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat melalui pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Melalui sekolah lansia tersebut, para peserta didik memperoleh pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan agar tetap sehat secara fisik dan mental, aktif bersosialisasi, serta produktif di usia lanjut,” katanya.
Selain menggelar wisuda bagi puluhan peserta sekolah lansia, Pemerintah Kabupaten Simeulue juga meluncurkan Gerakan Masyarakat Peduli dan Cinta Lansia (Gempita).
Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat sistem perawatan jangka panjang bagi lansia melalui dukungan terpadu yang melibatkan keluarga, tenaga profesional, pemerintah, serta masyarakat.
Bupati Simeulue berharap Gempita mampu membantu para lansia, khususnya yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental, agar tetap mendapatkan pendampingan dan pelayanan yang memadai.
“Melalui program Gempita, lansia yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental diharapkan tetap dapat hidup mandiri, mempertahankan kualitas hidup, serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluncuran Gempita dan penyelenggaraan sekolah lansia diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia. Dengan demikian, para lanjut usia dapat menjalani masa senja dengan sehat, bahagia, dan tetap berdaya di tengah masyarakat.











