Berita UtamaHeadline

Jemaah Haji Aceh Mulai Tiba, PPIH Larang Penjemputan di Asrama Haji

Raudhatul
×

Jemaah Haji Aceh Mulai Tiba, PPIH Larang Penjemputan di Asrama Haji

Sebarkan artikel ini
Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 8 memasuki Bandara Sultan Iskandar Muda untuk berangkat ke Tanah Suci, Rabu, 13 Mei 2026. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh terus mematangkan persiapan menjelang kedatangan jemaah haji asal Aceh yang dijadwalkan mulai tiba pada Senin, 15 Juni 2026 malam melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.

Ketua PPIH Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan seluruh petugas telah disiagakan untuk memastikan proses pemulangan jemaah dari Tanah Suci berjalan lancar hingga kembali ke daerah masing-masing.

“Kami memastikan seluruh tahapan debarkasi berjalan lancar dan tertib, mulai dari penyambutan di bandara, pelayanan kesehatan, pengelolaan bagasi, hingga proses pemulangan jemaah ke kabupaten dan kota asal,” ujar Arijal, Minggu, 14 Juni 2026.

Baca Juga  Kebakaran di Lhokseumawe, 81 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari pengukuhan petugas pendukung PPIH, pembentukan satuan tugas khusus, hingga koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait guna mendukung kelancaran proses debarkasi.

Arijal menjelaskan, pemulangan jemaah haji Aceh akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni 2026. Karena itu, pihaknya meminta keluarga dan kerabat jemaah untuk tidak melakukan penjemputan di bandara maupun Asrama Haji Aceh guna menghindari kepadatan dan mempermudah pengaturan layanan.

“Kami mengharapkan keluarga maupun kerabat jemaah dapat menunggu dan menjemput mereka di daerah masing-masing,” katanya.

Baca Juga  Bank Aceh Serahkan Buggy Car untuk Jemaah Haji Lansia

Selain itu, distribusi air zamzam akan dilakukan di masing-masing kabupaten dan kota bersamaan dengan proses pemulangan jemaah ke daerah asal.

PPIH Debarkasi Aceh juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kemabruran haji setelah kembali ke Tanah Air. Menurut Arijal, pengalaman spiritual selama menjalankan ibadah haji hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kualitas ibadah, akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta kontribusi positif bagi masyarakat.

“Predikat haji mabrur harus terus dipelihara setelah kembali dari Tanah Suci dengan menunjukkan perilaku dan amal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.