Berita Utama

Menhaj Pastikan Pelayanan Jemaah Berlanjut Hingga Kloter Terakhir

Avatar
×

Menhaj Pastikan Pelayanan Jemaah Berlanjut Hingga Kloter Terakhir

Sebarkan artikel ini
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, bersama jemaah Kloter SUB-01 yang bersiap menuju Indonesia di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 31 Mei 2026 malam. [Foto: Kemenhaj]

Byklik.com | Tangerang – Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan berakhirnya puncak ibadah haji tidak berarti berakhir pula tugas pelayanan kepada jemaah. Saat ini, fokus Kementerian Haji dan Umrah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah memastikan proses pemulangan jemaah ke Tanah Air berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj setibanya di Tanah Air bersama sebagian Tim Amirul Hajj usai menjalankan tugas pengawasan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Arab Saudi.

“Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan. Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan,” ujar Irfan Yusuf di Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, fase pemulangan melalui Bandara Jeddah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Sementara itu, jemaah gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum dipulangkan ke Indonesia mulai 16 Juni 2026. Kloter terakhir dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 1 Juli 2026.

“Puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum berakhir. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Baca Juga  Pemerintah Aceh akan Bangun Kembali Jembatan Krueng Sawang yang Ambruk

Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan pelayanan kepada jemaah. Menurutnya, dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Selain melakukan evaluasi internal, Kementerian Haji dan Umrah juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirul Hajj sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.

Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji karena jutaan jemaah berkumpul dalam area yang terbatas.

Rekomendasi lainnya mencakup peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pada fase pra dan pasca Armuzna, penguatan layanan akomodasi agar semakin banyak jemaah memperoleh hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, serta penyempurnaan layanan konsumsi yang adaptif terhadap dinamika kawasan Timur Tengah.

Tim Amirul Hajj juga menyoroti pentingnya penyelarasan kualitas layanan antara PPIH kloter dan nonkloter. Menurut Irfan Yusuf, hasil evaluasi menunjukkan petugas yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara komprehensif memiliki performa pelayanan yang lebih baik.

“Karena itu, standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas akan menjadi salah satu fokus pembenahan ke depan,” katanya.

Baca Juga  Polri, TNI, Warga Percepat Pemulihan Aceh Tengah

Di bidang kesehatan, Tim Amirul Hajj memberikan perhatian khusus terhadap penguatan istithaah kesehatan, sistem penanganan jemaah sakit, serta ketersediaan tenaga kesehatan. Aspek kesehatan disebut akan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan haji tahun depan.

“Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istithaah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman,” ujarnya.

Selain itu, rekomendasi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Menhaj mengungkapkan Otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam tata kelola layanan jemaah yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Media Center Haji (MCH) yang dinilai telah menghadirkan informasi cepat, mudah dipahami, dan menenangkan masyarakat serta keluarga jemaah di Tanah Air.

“Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,” pungkasnya.