Ekonomi & BisnisHeadline

Neraca Perdagangan Aceh Surplus US$7,74 Juta

Avatar
×

Neraca Perdagangan Aceh Surplus US$7,74 Juta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: AI]

Byklik.com | Banda Aceh – Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada April 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar 7,74 juta dolar AS. Surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor Aceh masih lebih tinggi dibandingkan nilai impor selama periode tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria, mengatakan nilai ekspor Aceh pada April 2026 mencapai 56,99 juta dolar AS, sedangkan nilai impor tercatat sebesar 49,25 juta dolar AS.

“Dengan nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan nilai impor, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada bulan April 2026 mengalami surplus sebesar 7,74 juta dolar AS,” ujar Agus, Senin, 8 Juni 2026.

Meski nilai ekspor mengalami penurunan 3,93 persen dibandingkan Maret 2026, secara tahunan kinerja ekspor Aceh masih tumbuh 7,55 persen dibandingkan April 2025.

Dari total nilai ekspor tersebut, sebesar 45,58 juta dolar AS atau sekitar 79,97 persen dikirim melalui pelabuhan yang berada di Aceh. Sementara sisanya sebesar 11,39 juta dolar AS diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, yang didominasi melalui Sumatra Utara.

Agus menjelaskan India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Aceh pada April 2026 dengan nilai mencapai 38,14 juta dolar AS. Komoditas utama yang diekspor ke negara tersebut adalah batu bara.

Baca Juga  Sekda Aceh Lantik Pejabat Baru Percepat Kinerja Pemerintahan

Selain India, tujuan ekspor terbesar berikutnya adalah Thailand dengan nilai 4,49 juta dolar AS dan Vietnam sebesar 4,29 juta dolar AS. Ekspor ke kedua negara tersebut juga didominasi komoditas batu bara.

Secara keseluruhan, batu bara masih menjadi komoditas unggulan ekspor Aceh dengan nilai mencapai 45,57 juta dolar AS atau sekitar 79,95 persen dari total ekspor. Selain itu, komoditas lain yang turut menyumbang nilai ekspor antara lain kopi, rempah-rempah, dan berbagai produk kimia.

Di sisi lain, nilai impor Aceh pada April 2026 tercatat sebesar 49,25 juta dolar AS. Nilai tersebut meningkat 14,09 persen dibandingkan Maret 2026, namun masih turun 3,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar ke Aceh dengan nilai mencapai 27,17 juta dolar AS. Komoditas utama yang diimpor dari negara tersebut adalah gas propana atau butana.

“Urutan kedua berasal dari Aljazair senilai 18,74 juta dolar AS dengan komoditas yang sama, yaitu gas propana atau butana. Sedangkan impor dari Tiongkok mencapai 2,99 juta dolar AS yang didominasi bahan kimia anorganik,” kata Agus.

Baca Juga  JKA Dipangkas, Ratusan Ribu Warga Aceh Terancam

BPS Aceh mencatat gas propana atau butana menjadi komoditas impor terbesar dengan nilai mencapai 45,91 juta dolar AS atau sekitar 93,20 persen dari total impor Aceh pada April 2026. Sementara bahan kimia anorganik menjadi komoditas impor terbesar berikutnya selama periode tersebut.

Menurut Agus, kinerja perdagangan luar negeri Aceh sepanjang April 2025 hingga April 2026 secara umum masih menunjukkan tren positif. Dalam rentang waktu tersebut, neraca perdagangan Aceh lebih sering berada pada posisi surplus, sementara defisit hanya terjadi pada Mei 2025 dan Oktober 2025.

“Capaian surplus ini menunjukkan bahwa aktivitas ekspor Aceh masih mampu menopang kinerja perdagangan luar negeri daerah meskipun menghadapi fluktuasi perdagangan di pasar global,” ujarnya.

Surplus perdagangan yang kembali tercatat pada April 2026 menjadi indikator bahwa sektor ekspor Aceh, khususnya batu bara, masih berperan penting dalam menjaga keseimbangan perdagangan luar negeri dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.