Byklik.com | Banda Aceh – Kenaikan harga ikan akibat cuaca buruk yang melanda perairan Aceh dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan tekanan terhadap pelaku usaha kuliner. Berkurangnya aktivitas melaut menyebabkan pasokan ikan menurun sehingga harga di pasaran mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh sejumlah pelaku usaha rumah makan yang mengandalkan ikan sebagai bahan baku utama. Meski biaya produksi meningkat, mereka memilih mempertahankan harga jual makanan agar tidak kehilangan pelanggan.
Salah seorang pemilik rumah makan di Banda Aceh, Munawir, mengatakan kenaikan harga ikan dan sejumlah bahan kebutuhan usaha lainnya berdampak langsung terhadap operasional usahanya.
“Kenaikan harga pasti berdampak bagi kami pelaku UMKM. Bukan hanya ikan, bahan pendukung seperti plastik dan kemasan juga ikut naik. Kalau harga dari bawah naik, tentu semua ikut naik,” katanya, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut Munawir, harga ikan yang sebelumnya berkisar Rp60 ribu per kilogram kini mencapai sekitar Rp70 ribu per kilogram. Bahkan beberapa jenis ikan mengalami kenaikan antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram dibandingkan kondisi normal.
Meski biaya operasional terus meningkat, pihaknya belum berani menaikkan harga makanan yang dijual kepada konsumen. Langkah itu diambil untuk menjaga pelanggan tetap datang di tengah kondisi ekonomi yang juga diwarnai kenaikan sejumlah kebutuhan pokok.
“Kalau harga makanan ikut dinaikkan, kami khawatir pelanggan berkurang. Jadi sementara ini kami tetap bertahan dengan harga yang sama meskipun keuntungan semakin kecil,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, omzet usaha yang diperoleh mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasa. Pendapatan yang berkurang membuat pelaku usaha harus lebih cermat mengatur pengeluaran agar usaha tetap berjalan.
Munawir berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga nelayan dapat kembali melaut secara normal dan pasokan ikan ke pasar meningkat. Ia juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok agar pelaku usaha kecil tidak semakin terbebani.
“Harapannya harga bisa kembali stabil supaya usaha kami bisa berjalan lancar. Kalau harga terus naik, bukan hanya pedagang yang terdampak, masyarakat juga akan semakin sulit membeli kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Sebelumnya, cuaca buruk yang terjadi di sejumlah wilayah perairan Aceh menyebabkan banyak nelayan mengurangi aktivitas melaut. Berkurangnya hasil tangkapan membuat pasokan ikan di pasar menurun dan memicu kenaikan harga sejumlah komoditas perikanan.
Selain menekan pelaku usaha kuliner, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat karena harga menu berbahan baku ikan menjadi semakin sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Jika cuaca buruk terus berlangsung, tekanan terhadap sektor perikanan dan UMKM kuliner diperkirakan akan semakin besar.











