Hiburan & Budaya

Asisten I Buka Festival Didong HUT Bhayangkara ke-80

Bambang Iskandar Martin
×

Asisten I Buka Festival Didong HUT Bhayangkara ke-80

Sebarkan artikel ini
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Khairmansyah, mewakili Bupati Bener Meriah membuka secara resmi Festival Didong dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di halaman Mess Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Sabtu, 6 Juni 2026. (Foto: Diskominfo Bener Meriah)

Byklik.com | Redelong – Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Khairmansyah, mewakili Bupati Bener Meriah membuka secara resmi Festival Didong dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di halaman Mess Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Sabtu, 6 Juni 2026.

Festival yang mengusung tema “Melestarikan Kebudayaan Gayo dan Kearifan Lokal” tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga wadah pelestarian seni budaya tradisional Gayo yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Khairmansyah menyampaikan apresiasi kepada panitia, komunitas budaya, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, Didong merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Gayo yang memiliki nilai historis, edukatif, dan sosial yang penting untuk terus dilestarikan.

“Didong bukan hanya sekadar hiburan tradisional, tetapi juga warisan budaya yang mengandung nilai-nilai adat, kebersamaan, pendidikan, dan identitas masyarakat Gayo. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah,” ujar Khairmansyah.

Baca Juga  Lestarikan Budaya Literasi, Aceh Besar Gelar Lomba Bertutur SD/MI

Ia mengatakan, pelestarian budaya lokal membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, komunitas pemuda, lembaga pendidikan, serta para pegiat seni dan budaya. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

Khairmansyah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dalam mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus membangun karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Festival Didong tahun ini menghadirkan sejumlah grup didong dari berbagai wilayah di dataran tinggi Gayo. Para peserta menampilkan pertunjukan yang memadukan syair, sastra lisan, musik tradisional, serta pesan-pesan moral yang menjadi ciri khas kesenian Didong.

Selain menjadi sarana hiburan masyarakat, festival tersebut juga menjadi ruang bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gayo kepada generasi muda. Melalui syair-syair yang dibawakan, para peserta menyampaikan pesan tentang pendidikan, kehidupan sosial, persatuan, dan pelestarian budaya.

Baca Juga  Selvi Gibran Kunjungi Stan Aceh di INACRAFT 2025, Apresiasi Kreativitas Pengrajin Lokal

Wakapolres Bener Meriah, Kompol Syabirin, yang juga bertindak sebagai Pembina Komunitas Tiga Organisasi Gayo (KITOGA), turut menghadiri kegiatan tersebut bersama unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pegiat budaya, dan perwakilan berbagai komunitas.

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Ketua KITOGA Bener Meriah, Ketua VES Merapi, Ketua Lancer Bener Meriah, Ketua RAPI Riders Bener Meriah, dewan juri Festival Didong, serta sejumlah maestro bahasa dan budaya Gayo.

Festival berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratusan warga memadati area kegiatan untuk menyaksikan penampilan para peserta yang membawakan seni Didong dengan berbagai tema dan pesan budaya.

Penyelenggara berharap Festival Didong tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya daerah, mempererat silaturahmi antarkomunitas, serta meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Gayo.

Melalui kegiatan tersebut, seni Didong diharapkan dapat terus berkembang dan tetap menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Gayo yang lestari di tengah perkembangan zaman.***