Berita Utama

Anggota DPR RI Tinjau Infrastruktur Rusak di Nagan Raya

Bambang Iskandar Martin
×

Anggota DPR RI Tinjau Infrastruktur Rusak di Nagan Raya

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi V DPR RI, Ghufran, didampingi Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah, meninjau infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025, Sabtu, 6 Juni 2026. (Foto: Prokopim Nagan Raya)

Byklik.com | Suka Makmue – Anggota Komisi V DPR RI, Ghufran, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagan Raya, Aceh, untuk meninjau sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.

Dalam kunjungan Sabtu, 6 Juni 2026, Ghufran, didampingi Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.

Peninjauan diawali dari Pendopo Bupati Nagan Raya sebelum rombongan bergerak menuju sejumlah titik infrastruktur yang terdampak bencana. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Hizbulwatan, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Jembatan Alue Wakie di Kecamatan Darul Makmur yang terputus akibat banjir besar yang melanda wilayah Aceh pada November 2025. Kerusakan jembatan tersebut hingga kini masih berdampak terhadap aktivitas masyarakat setempat.

Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, mengatakan keberadaan Jembatan Alue Wakie sangat penting karena menjadi akses utama bagi masyarakat, terutama petani dan pelajar.

“Jembatan ini putus akibat bencana banjir yang melanda beberapa kabupaten di Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, pada November tahun lalu,” kata TR Keumangan.

Baca Juga  Cukup KTP dan KK, Warga Nagan Raya Sudah Bisa Berobat

Menurutnya, biaya pembangunan kembali jembatan tersebut cukup besar sehingga pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat agar proses pembangunan dapat segera direalisasikan.

Ia menjelaskan, sejak jembatan terputus, masyarakat harus menggunakan alternatif penyeberangan, termasuk perahu bermesin kecil, untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya para petani yang mencari nafkah di kebun serta anak-anak yang berangkat ke sekolah yang selama ini menggunakan perahu kecil bermesin,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap dukungan dari DPR RI dan pemerintah pusat untuk membantu percepatan pembangunan kembali jembatan tersebut sehingga akses masyarakat dapat kembali normal.

Menanggapi hal itu, Ghufran menyatakan akan membawa aspirasi dan kebutuhan masyarakat Nagan Raya ke tingkat pusat sesuai kewenangannya sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan.

“Insyaallah, kami akan memperjuangkan pembangunan jembatan ini agar dapat segera terealisasi sehingga masyarakat, khususnya petani dan para pelajar, dapat kembali menikmati akses yang aman dan layak,” kata Ghufran.

Baca Juga  Presiden Prabowo Siap Mulai Groundbreaking 141 Ribu Rumah Subsidi

Menurutnya, infrastruktur yang memadai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan konektivitas antarkawasan, serta memperlancar akses pendidikan dan pelayanan publik.

Setelah meninjau Jembatan Alue Wakie, rombongan melanjutkan kunjungan ke ruas jalan lintas Lamie–Langkak di Kecamatan Tripa Makmur. Pada lokasi tersebut, rombongan melihat langsung kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan akibat erosi Sungai Krueng Lamie.

Kerusakan jalan tersebut dinilai berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian apabila tidak segera ditangani. Pemerintah daerah berharap penanganan infrastruktur yang terdampak bencana dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan dan rehabilitasi pascabencana.

Dalam kunjungan tersebut, Ghufran juga didampingi Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini. Kehadiran BPJN diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi kebutuhan teknis serta perencanaan penanganan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap hasil peninjauan lapangan tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan dukungan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur yang terdampak bencana, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan normal.***