Byklik.com | Jakarta – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan pembangunan berkelanjutan harus menjadi komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan dan tidak sekadar dipandang sebagai slogan.
Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat menjadi pembicara utama pada The 4th Proficient Conference yang digelar di Institut Perbanas, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut SBY, tantangan global yang semakin kompleks menuntut kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
“Pembangunan berkelanjutan bukanlah sekadar slogan. Ia adalah tanggung jawab moral, pilihan politik, strategi ekonomi, dan investasi jangka panjang bagi masa depan umat manusia,” ujar SBY.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Karena itu, semangat kolaborasi, kebersamaan, dan multilateralisme perlu terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan global.
SBY menilai forum seperti Proficient Conference memiliki peran strategis sebagai ruang dialog dan pertukaran gagasan untuk merumuskan solusi bersama dalam bidang pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, dan ekonomi masa depan.
Dalam forum yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, komunitas, media, dan berbagai sektor pendukung lainnya.
Menurut Riefky, transformasi digital dan pengembangan ekonomi kreatif memerlukan dukungan riset, penguatan talenta, serta sinergi antarpemangku kepentingan agar mampu menghasilkan inovasi yang berkelanjutan.
“Sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Riefky.
The 4th Proficient Conference mengusung tema Integrity-Driven Innovation: Reimagining Business, Finance, and Digital Transformation for Sustainable Development. Forum ilmiah internasional tersebut menjadi wadah pertukaran hasil penelitian, inovasi, dan pemikiran strategis terkait pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor Institut Perbanas Hermanto Siregar mengatakan integritas menjadi fondasi utama dalam mendorong inovasi dan transformasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan munculnya berbagai model bisnis baru harus diimbangi dengan strategi mitigasi risiko yang kuat guna menciptakan praktik bisnis dan keuangan yang sehat, beretika, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.











