Lingkungan & Energi

BMKG: Sebagian Wilayah Aceh Masuki Musim Kemarau, Waspada Karhutla

Raudhatul
×

BMKG: Sebagian Wilayah Aceh Masuki Musim Kemarau, Waspada Karhutla

Sebarkan artikel ini
Lahan pertanian berubah jadi kering akibat tidak turun hujan. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring mulai masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah Aceh.

Prakirawan BMKG SIM Banda Aceh, Nofrida Handayani Sodik, mengatakan beberapa daerah yang telah memasuki musim kemarau meliputi Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Aceh Timur, Aceh Tamiang, serta kawasan pesisir utara Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.

Menurut BMKG, puncak musim kemarau di Aceh diperkirakan terjadi pada Juli 2026 dan mencakup sekitar 37,5 persen wilayah provinsi tersebut.

Sejalan dengan kondisi itu, hasil pemantauan sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS mendeteksi 98 titik panas di Aceh pada Jumat, 29 Mei 2026.

Baca Juga  DPR Temukan 250 Titik Tanah Tercemar di Blok Rokan

Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, Nagan Raya, dan Pidie.

“Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, sampah maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, mengingat sejumlah wilayah telah memasuki musim kemarau dan terdeteksi adanya titik panas di beberapa daerah,” kata Nofrida, Sabtu, 30 Mei 2026.

Meski demikian, BMKG menyebut peluang hujan masih terdapat di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial yang masih mendukung pembentukan awan hujan.

Selain itu, adanya daerah belokan angin dan konvergensi serta suhu muka laut yang relatif hangat di perairan barat dan timur Sumatera turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif.

Baca Juga  Petir Tewaskan 14 Orang di Bangladesh

“Kombinasi faktor-faktor tersebut berpotensi mendukung pembentukan dan perkembangan awan hujan di wilayah Aceh,” ujarnya.

BMKG mencatat pada Sabtu, 30 Mei 2026, tidak terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang di Aceh. Namun pada Minggu, 31 Mei 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh Timur.

Sementara pada Senin, 1 Juni 2026, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Sabang, dan Nagan Raya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko karhutla selama musim kemarau berlangsung.