Berita Utama

Bunda PAUD Lhokseumawe Pulihkan Trauma Anak Korban Kebakaran

Bambang Iskandar Martin
×

Bunda PAUD Lhokseumawe Pulihkan Trauma Anak Korban Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, bermain dengan anak-anak korban kebakaran di Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, dalam kegiatan trauma healing bertajuk “Bunda Pulih”, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto: Prokopim Pemkot Lhokseumawe)

Byklik.com | Lhokseumawe – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan trauma healing bertajuk “Bunda Pulih” atau Bunda PAUD Peduli untuk Layanan Intervensi Pemulihan bagi 100 anak korban kebakaran di Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, dan dilaksanakan di tenda posko pengungsian sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan psikologis anak-anak terdampak kebakaran yang terjadi pada 5 Mei 2026.

Musibah kebakaran itu tidak hanya menghanguskan rumah warga, tetapi juga menimbulkan trauma, rasa takut, kesedihan, dan kecemasan pada anak-anak korban kebakaran.

Dalam sambutannya, Yulinda Sayuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

“Trauma healing ini merupakan wujud nyata kepedulian kita bersama dalam memberikan dukungan pemulihan kepada anak-anak korban kebakaran di Gampong Jawa Lama agar mereka tetap merasa aman, nyaman, serta tidak kehilangan semangat untuk belajar dan bermain,” ujarnya.

Menurut dia, proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penting untuk memulihkan kondisi emosional anak-anak agar dapat kembali menjalani aktivitas dengan semangat.

Baca Juga  Meriahkan Idulfitri, Pemuda Rundeng Gelar Lomba Robin Cross

“Kita ingin menghadirkan suasana yang hangat, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak agar mereka dapat kembali tersenyum, bermain, belajar, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalani hari-hari mereka. Karena pemulihan anak bukan hanya tentang membangun kembali tempat tinggal, tetapi juga memulihkan hati dan kebahagiaan mereka,” katanya.

Dalam suasana penuh keakraban, Yulinda Sayuti berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui permainan edukatif, kuis pengetahuan umum, dan berbagai aktivitas interaktif lainnya. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk bercerita dan menyampaikan pengalaman mereka sebagai bagian dari proses pemulihan emosional.

Sesi trauma healing tersebut turut difasilitasi oleh Forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Lhokseumawe dan Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (FALAK) melalui pendekatan edukatif dan rekreatif.

Pada kesempatan itu, anak-anak juga menerima bingkisan dari Bunda PAUD Kota Lhokseumawe sebagai bentuk dukungan moril agar tetap semangat selama masa pemulihan pascakebakaran.

Kepada anak-anak korban kebakaran, Yulinda Sayuti memberikan motivasi agar tetap kuat dan tidak kehilangan harapan meski sedang menghadapi musibah.

Baca Juga  Pemko Lhokseumawe Fokus Pulihkan Trauma Anak Pascabanjir

“Jangan takut dan jangan bersedih terlalu lama ya nak. Kalian semua adalah anak-anak yang kuat, hebat, dan luar biasa. Tetaplah rajin belajar, tetap bermain dengan gembira, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” ujarnya.

Selain kegiatan trauma healing, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan dokumen kependudukan secara simbolis kepada warga terdampak kebakaran. Dokumen yang diserahkan meliputi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), akta kelahiran, dan akta kematian sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat korban musibah.

Melalui kegiatan “Bunda Pulih” tersebut, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap anak-anak korban kebakaran di Gampong Jawa Lama dapat pulih secara bertahap dari trauma, kembali percaya diri, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bahagia.

Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Kepala Bidang Kesehatan dan Gizi Pokja Bunda PAUD Kota Lhokseumawe Sakinah Husaini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Cut Fitri Yani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Yuswardi, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah lainnya.***