Berita UtamaHeadline

Lima Jemaah Haji Aceh Dirawat di RS Arab Saudi

Raudhatul
×

Lima Jemaah Haji Aceh Dirawat di RS Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh — Sebanyak delapan jemaah haji asal Aceh hingga Selasa, 19 Mei 2026, masih menjalani perawatan medis, baik di Arab Saudi maupun di Banda Aceh. Lima jemaah dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, sementara tiga lainnya masih mendapatkan penanganan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan para jemaah yang dirawat di Arab Saudi tersebar di dua rumah sakit berbeda. Tiga di antaranya masih menjalani perawatan intensif, sedangkan dua lainnya telah kembali ke pemondokan.

“Di Arab Saudi, para jemaah dirawat di dua rumah sakit berbeda. Tiga orang masih menjalani penanganan intensif, sementara dua lainnya telah diperbolehkan kembali ke pemondokan,” ujar Arijal.

Salah satu jemaah yang masih dirawat adalah Safiruddin Bin Ismail dari Kloter 2 asal Aceh Besar. Ia menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz akibat abses pada jari kaki kanan yang diperburuk penyakit diabetes melitus tipe 2 dengan ketergantungan insulin.

Baca Juga  Ayahwa Bangun Mini Mall Modern di Eks Terminal Panton Labu

Di rumah sakit yang sama, Zainab Ibrahim Amin dari Kloter 2 juga masih mendapatkan penanganan medis akibat fraktur pada tulang lumbal dan panggul yang memerlukan perawatan ortopedi serius.

Sementara itu, Abdullah Ahmad dari Kloter 6 asal Aceh Utara sebelumnya sempat dirawat akibat stroke di Rumah Sakit King Abdul Aziz. Namun kondisinya kini membaik dan telah kembali ke pemondokan.

Dua jemaah lainnya, yakni Tihasanah Ubit Ibrahim asal Pidie dan Zulkarnaini Ab asal Aceh Timur dari Kloter 7, sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwar Medical karena kelelahan. Keduanya kini telah dipulangkan dan beristirahat di tempat masing-masing.

Baca Juga  Panwaslih Aceh Utara Matangkan Strategi Pengawasan Pemilu Lewat Kolaborasi Kelembagaan

Di Banda Aceh, tiga jemaah haji lainnya masih menjalani perawatan di RSUZA dengan kondisi kesehatan berbeda-beda.

Muhammad Waita, jemaah asal Aceh Selatan dari Kloter 9, dilaporkan mulai membaik dan dijadwalkan kembali berangkat bersama Kloter 10.

Namun, kondisi Ilyas Nanyek Muhammad dari Kloter 9 masih memerlukan perawatan intensif akibat pneumonia berat disertai dugaan tumor paru kanan.

Sementara itu, kondisi paling serius dialami Sakum Muhamadin Abdullah asal Aceh Tenggara dari Kloter 6. Ia didiagnosis mengalami syok kardiogenik yang dicurigai disertai syok sepsis, gagal jantung kongestif stadium lanjut, serta penyakit paru obstruktif kronik.

“Akibat kondisi tersebut, tim dokter menyatakan ia tidak layak terbang dan tidak dapat melanjutkan rangkaian ibadah haji tahun ini,” tutup Arijal.