Ekonomi & Bisnis

Permintaan Keumamah Aceh Melonjak Selama Musim Haji

Raudhatul
×

Permintaan Keumamah Aceh Melonjak Selama Musim Haji

Sebarkan artikel ini
Permintaan Keumamah Cut Kak meningkat tajam selama musim haji. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Permintaan makanan khas Aceh berupa ikan keumamah siap saji mengalami lonjakan signifikan selama musim haji tahun ini. Salah satu produsen, Keumamah Cut Kak, mencatat peningkatan pesanan hingga sekitar 2.000 kemasan.

Founder Keumamah Cut Kak, Irvadiarni Falka, mengatakan peningkatan permintaan datang dari dalam maupun luar Aceh. Produk keumamah banyak dipesan jemaah calon haji sebagai bekal makanan selama berada di Tanah Suci.

“Alhamdulillah meningkat pesat. Dalam bulan haji ini kurang lebih 2.000 pcs,” ujar Irvadiarni, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, rata-rata pembelian oleh jemaah cukup beragam dengan minimal pemesanan mencapai lima kemasan. Selain itu, pihaknya juga menerima pesanan khusus dari instansi pemerintah.

Baca Juga  Kloter 6 Aceh Mendarat, Dua Wafat Satu Masih Dirawat di Madinah

“Beberapa waktu lalu kami juga mendapat order dari kantor Wali Kota untuk peusijuk jamaah haji Banda Aceh,” katanya.

Menurut Irvadiarni, sebagian besar pesanan lainnya datang melalui platform marketplace, termasuk dari luar daerah seperti Jakarta, Palembang, hingga Kalimantan.

“Yang dari marketplace itu jemaah luar Aceh juga, seperti Jakarta, Palembang, Kalimantan dan lainnya,” tambahnya.

Keumamah atau ikan kayu merupakan kuliner tradisional Aceh berbahan dasar ikan tuna yang direbus, dikeringkan, lalu dimasak menggunakan bumbu khas Aceh.

Produk tersebut menjadi pilihan jemaah haji karena tahan lama, praktis, dan mudah dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan.

Dalam musim haji kali ini, produksi Keumamah Cut Kak meningkat dari biasanya sekitar 1.500 kemasan menjadi hingga 2.000 kemasan dengan variasi ukuran mulai dari travel size hingga 500 gram.

Baca Juga  Banjir Meluas di Aceh Besar, BPBD Gencarkan Evakuasi Warga

Produk tersebut dijual dengan harga mulai Rp35 ribu hingga Rp180 ribu tergantung ukuran dan varian rasa, yakni original dan pedas.

Adapun daya simpan produk mencapai enam bulan pada suhu ruang dan hingga satu tahun apabila disimpan dalam kondisi beku.

Lonjakan permintaan tersebut turut berdampak pada peningkatan omzet usaha yang naik dari rata-rata Rp50 juta per bulan menjadi sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta selama musim haji.

“Memang di musim haji ini permintaan sangat besar, karena banyak jemaah yang membawa bekal dari daerah masing-masing,” pungkasnya.