ByKlik.com | Sabang – Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, mendorong hasil kerajinan ecoprint menjadi alternatif oleh-oleh khas Sabang yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Untuk mewujudkan hal itu, para perajin diminta fokus meningkatkan kualitas produk selain memperbanyak produksi.
Hal tersebut disampaikan Marlina Muzakir atau akrab disapa Kak Na saat meninjau hasil karya perajin ecoprint di halaman Kantor Geuchiek Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Senin 11 Mei 2026.
“Kreasi, inovasi, ciri khas dan kualitas menjadi nilai tawar sebuah produk agar bisa merebut pasar. Untuk itu, para perajin tentu harus memiliki jaringan luas dengan para perajin serupa di wilayah lain, sehingga bisa mendapatkan masukan terkait hal apa yang sedang diminati pasar,” kata Kak Na.
Ia juga meminta Pemerintah Kota Sabang mengambil peran aktif dalam membina para perajin melalui kerja sama dengan Dekranasda Kota Sabang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha kerajinan lokal.
“Pemko juga tentu harus mengambil peran untuk membina para perajin. Gandeng Dekranasda Kota Sabang untuk kegiatan peningkatan kapasitas perajin. Kehadiran perajin ecoprint merupakan hal positif yang harus kita dukung,” ujarnya.
Menurut Kak Na, keberadaan perajin ecoprint dapat memperkuat sektor UMKM sekaligus mendukung industri pariwisata Sabang yang telah dikenal luas hingga mancanegara.
Ecoprint sendiri merupakan teknik pewarnaan dan pembuatan motif pada kain, kulit, maupun kertas menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, batang, dan akar tumbuhan. Teknik ini dinilai ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia dan menghasilkan motif unik yang tidak bisa diulang.
Kak Na menegaskan Dekranasda Aceh siap membantu pemasaran hasil karya para perajin, termasuk produk ecoprint asal Sabang.
“Dekranasda Aceh siap menampung hasil karya para perajin Aceh, termasuk hasil karya para perajin ecoprint Sabang, karena salah satu fungsi utama kami adalah mendorong kualitas produk kerajinan dan melestarikan budaya serta meningkatkan kesejahteraan perajin,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan para perajin untuk terus meningkatkan kualitas produksi agar produk kerajinan lokal dapat dipasarkan lebih luas hingga pasar internasional.
Selain itu, Dekranasda Aceh juga berencana bekerja sama dengan dinas dan lembaga terkait untuk menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM dan perajin di Aceh.
“Ke depan, kita akan bekerja sama dengan dinas dan lembaga terkait untuk menggelar pelatihan dalam upaya peningkatan kapasitas pengrajin, tak hanya ecoprint tapi juga kerajinan lainnya,” kata Kak Na.
Dalam kegiatan tersebut, Kak Na turut didampingi Ketua Dekranasda Kota Sabang, Nuri Zulkifli, dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Sabang, Erwani Meuthia.











