Byklik.com | Banda Aceh – Sejumlah peserta seleksi kompetensi SDM Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mengeluhkan durasi ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang dinilai terlalu singkat.
Dalam pelaksanaan ujian, peserta hanya diberi waktu tujuh menit untuk menyelesaikan sekitar 50 soal pada setiap sesi subtes. Ujian diketahui terdiri dari tujuh subtes dengan jumlah soal bervariasi antara 20 hingga 50 butir.
Salah seorang peserta asal Meulaboh, Nanda, mengaku kesulitan menyelesaikan soal karena waktu yang tersedia sangat terbatas.
“Baru baca beberapa soal saja waktu sudah terus berjalan. Banyak soal yang sebenarnya bisa dikerjakan kalau waktunya sedikit lebih panjang,” ujarnya usai mengikuti ujian di Hotel Grand Aceh Lamdom, Banda Aceh, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya, sistem pengerjaan yang serba cepat membuat peserta tidak memiliki cukup waktu memahami pertanyaan, terutama soal yang membutuhkan analisis.
“Saya kesulitan di bagian subtes pola gambar, karena harus mikir dulu ini gambar apa,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan peserta asal Aceh Besar, Cut Rahmi. Ia menilai tekanan waktu membuat peserta menjadi gugup dan kehilangan fokus saat mengerjakan soal.
“Jumlah soalnya cukup banyak, sementara waktunya cuma tujuh menit per sesi. Jadi kami benar-benar harus buru-buru dan itu cukup mengganggu konsentrasi,” ujarnya.
Ia bahkan mengaku terpaksa menjawab secara acak di akhir sesi karena waktu habis sebelum sempat membaca seluruh soal.
“Di akhir itu mau tidak mau harus pilih saja asal-asal tanpa baca soal lagi, karena kalau baca lagi tidak sempat dan otomatis lanjut ke subtes berikutnya,” katanya.
Meski mengeluhkan sistem ujian, para peserta berharap proses seleksi tetap berjalan transparan dan menghasilkan calon manajer koperasi desa yang benar-benar kompeten.
“Semoga seleksinya benar-benar transparan tanpa adanya kecurangan di belakang,” harap Cut Rahmi.











