Travel & Kuliner

Inspirasi Finalis Agam Inong Aceh Utara dari Pembuatan Piring Situek

Avatar
×

Inspirasi Finalis Agam Inong Aceh Utara dari Pembuatan Piring Situek

Sebarkan artikel ini
Finalis Agam Inong Aceh Utara 2026 melihat proses pembuatan piring situek hasil UMKM. Foto: Dok. Byklik.com

MENJADI Duta Wisata Agam Inong, bukan sekadar bermodalkan penampilan menarik, tetapi dituntut memiliki wawasan, mental positif, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial, termasuk terhadap anak-anak penyintas bencana banjir.

Itulah pengalaman yang harus dilewati para finalis Agam Inong Duta Wisata Aceh Utara 2026. Mereka harus mengikuti proyek sosial bertajuk “UMKM Bangkit” yang dipusatkan di Huntara Paya Rabo, Kecamatan Sawang yang menjadi hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh Utara.

Sebanyak 10 Agam dan 10 Inong turun langsung menyapa dan bermain bersama adik-adik penyintas banjir. Suasana hangat dan penuh keceriaan tercipta melalui berbagai permainan edukatif yang bertujuan menghibur sekaligus menguatkan semangat anak-anak di tengah masa pemulihan pascabencana.

Tak hanya itu, para finalis juga mengunjungi salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kreatif kebanggaan Aceh Utara, yakni usaha pembuatan piring situek, piring yang dibuat dari pelepah pinang dengan memanfaatkan limbah tak terpakai menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga  Roti Telur Atra yang Melegenda

Di lokasi tersebut, finalis belajar langsung proses pembuatan piring situek mulai dari pengolahan bahan limbah, teknik pembentukan, hingga proses finishing. Kegiatan ini menjadi pengalaman edukatif tentang bagaimana kreativitas anak muda mampu mengubah sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi produk yang bernilai, ramah lingkungan, dan memiliki potensi ekonomi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Aceh Utara, H. Zulkifli, M.Pd, yang turut hadir meninjau kegiatan.

“Inilah makna sesungguhnya dari peran Agam dan Inong. Bukan hanya tampil di panggung, tetapi hadir di tengah masyarakat, belajar, berbagi, dan menginspirasi. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa generasi muda Aceh Utara memiliki kepedulian sosial dan kreativitas yang luar biasa,” ujarnya di lokasi pengungsi korban banjir, Sabtu, 25 April 2026 lalu.

Baca Juga  Sambal Sunti Aceh Tembus Pasar Digital, Tersedia Varian Ayam Suwir dan Kerang

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kepala Bidang  Kebudayaan dan Pariwisata, Umar, M.AP. Menurutnya, piring situek tersebut bukan sekadar kerajinan, tetapi simbol bahwa budaya, kreativitas, dan ekonomi bisa berjalan bersama.

“Kami berharap pengalaman ini menginspirasi dan membuka wawasan para finalis untuk terus mengangkat potensi lokal Aceh Utara ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Umar.

Melalui kegiatan ini, para finalis tidak hanya menjalankan misi sosial, tetapi juga mendapatkan pembelajaran langsung tentang nilai empati, pemberdayaan UMKM, serta pentingnya pelestarian potensi lokal berbasis kreativitas dan lingkungan.

Pemilihan Agam Inong Duta Wisata Aceh Utara tahun ini menjadi bukti bahwa ajang duta wisata tidak hanya berbicara tentang penampilan dan pengetahuan, tetapi juga aksi nyata di tengah masyarakat.[]