Byklik.com | Banda Aceh – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai ruang refleksi bagi para guru, termasuk pentingnya menjaga kesehatan mental demi menciptakan proses belajar yang lebih optimal.
Guru SMP Negeri 1 Langsa, Durratul Baidha, menilai kebahagiaan dan kesejahteraan emosional guru kerap terabaikan, padahal berpengaruh langsung terhadap kualitas pembelajaran di kelas.
“Hardiknas menjadi momen bagi saya untuk kembali mencintai diri sendiri setelah menjalani berbagai aktivitas sebagai guru,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurutnya, beban kerja guru yang padat, mulai dari mengajar hingga mendampingi siswa, menuntut adanya keseimbangan emosional agar tetap dapat menjalankan peran secara maksimal.
“Kalau guru bisa menghargai dirinya sendiri, maka ia akan lebih sabar, kreatif, dan kuat menghadapi dinamika di kelas,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu cara sederhana yang dilakukan adalah dengan mencatat pencapaian kecil dalam proses mengajar sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri.
Durratul juga mendorong agar dunia pendidikan lebih memperhatikan aspek kesejahteraan psikologis guru melalui lingkungan kerja yang suportif.
“Jika guru merasa nyaman dan bahagia, maka siswa juga akan merasakan hal yang sama di kelas,” ujarnya.
Ia berharap peringatan Hardiknas tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memberi ruang bagi peningkatan kesejahteraan guru sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan.











