Byklik.com | Calang – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Perumahan Nelayan dan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Mata Ie (Babah Nipah), Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jay, Sabtu, 25 April 2026 sore.
Kunjungan tersebut didampingi Bupati Aceh Jaya Safwandi dan Ketua DPRK Aceh Jaya Musliadi Z, serta dihadiri Anggota DPR RI Prof. Dr. Zamanhuri, Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam, Plt Sekda Aceh Jaya Masri, unsur Forkopimda, para staf ahli, asisten, kepala SKPK, Camat Sampoiniet, serta unsur terkait lainnya.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan lokasi pembangunan kawasan nelayan sebagai upaya mendorong kebangkitan ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Aceh Jaya.
Fahri Hamzah menegaskan, kawasan pesisir memiliki nilai strategis bagi masa depan Indonesia sebagai negara maritim. Ia bahkan menyebut Mata Ie berpotensi menjadi simbol kebangkitan masyarakat pesisir.
“Kita ini bangsa pesisir. Awal peradaban Indonesia lahir dari laut dan kawasan pantai. Saya membayangkan Mata Ie bisa menjadi monumen kebangkitan masyarakat pesisir, tempat masyarakat kembali dan bangkit sebagai nelayan sesungguhnya,” ujarnya.
Fahri juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Aceh yang telah terjalin sejak lama, termasuk saat dirinya diutus pada masa Presiden Abdurrahman Wahid untuk membawa bantuan dari masyarakat Jepang ke Aceh.
“Saya punya kedekatan sejarah dengan Aceh. Itu membuat saya merasa daerah ini sangat dekat,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan kampung nelayan merupakan bagian dari visi Presiden untuk membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat desa, kawasan pesisir, serta sektor nelayan dan pertanian.
“Presiden ingin desa tumbuh, pesisir tumbuh, nelayan dan petani tumbuh. Jangan hanya kota yang berkembang. Karena itu, kami siap membantu melalui kolaborasi lintas kementerian,” tegasnya.
Menurut Fahri, dukungan tersebut akan melibatkan berbagai kementerian, mulai dari Kementerian PUPR, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa, hingga Kementerian Perumahan.
Sementara itu, Bupati Aceh Jaya Safwandi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan kawasan nelayan di daerahnya, khususnya di Gampong Mata Ie.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Wamen. Ini merupakan tindak lanjut dari harapan masyarakat yang selama ini mendambakan pembangunan kawasan nelayan yang representatif,” ujarnya.
Safwandi menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting, mengingat kawasan tersebut sudah cukup lama tidak mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat pada level kementerian.
“Sudah lama kawasan ini tidak ditinjau langsung seperti hari ini. Ini menjadi harapan besar bagi kami agar pembangunan Kampung Nelayan Mata Ie benar-benar terwujud,” katanya.
Ia berharap pembangunan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan, tetapi juga mampu menjadi destinasi unggulan baru di Aceh Jaya.
“Ini bukan hanya soal kampung nelayan, tetapi juga bisa menjadi destinasi yang terintegrasi dengan pembangunan pesisir dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Aceh,” tutupnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan kawasan pesisir berbasis ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di wilayah Aceh Jaya.











