Teknologi & Sains

Robot Humanoid Berkembang Pesat, Ini Kata Akademisi UGM

Avatar
×

Robot Humanoid Berkembang Pesat, Ini Kata Akademisi UGM

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: WAIC]

Byklik.com | Yogyakarta – Industri robot humanoid terus berkembang pesat dengan kemampuan yang semakin canggih, mulai dari berjalan, bergerak presisi, hingga memainkan alat musik, seiring meningkatnya jumlah produsen dan model di berbagai negara, termasuk China.

Data menunjukkan, China memiliki sekitar 140 produsen robot humanoid dengan lebih dari 330 model pada 2025. Ke depan, robot humanoid diproyeksikan semakin mampu berinteraksi dengan manusia, termasuk melalui ekspresi wajah dan respons emosional.

Dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri FT UGM, Ardi Wiranata, mengatakan perkembangan robot humanoid merupakan hasil evolusi panjang dari teknologi mesin.

Baca Juga  AI Jadi Arena Geopolitik, Talenta Muda Digenjot

“Mesin adalah alat untuk membantu manusia mencapai tujuan. Robot merupakan mesin yang diotomatisasi untuk menjalankan tugas secara berulang dalam jumlah besar,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.

Ia menegaskan, kehadiran robot tidak serta-merta menggantikan peran manusia sepenuhnya, karena masih terdapat berbagai keterbatasan teknologi.

“Kalau masih ada lag, respons robot tidak akan secepat manusia, dan pengambilan keputusan juga belum secepat manusia,” jelasnya.

Menurut Ardi, robot tetap membutuhkan perawatan, perbaikan, serta pengawasan, sehingga membuka peluang peran baru bagi manusia di bidang teknologi.

Ia juga menyoroti bahwa tingkat risiko teknis robot humanoid sangat bergantung pada kualitas sensor dan sistem pemrogramannya.

Baca Juga  Waspada! Situs Ecustoms.id Bukan Milik Pemerintah, Berpotensi Curi Data

“Masalah utama ada pada sensor. Dengan kombinasi sensor dan pemrograman yang tepat, risiko kesalahan bisa diminimalisir,” katanya.

Selain itu, kemampuan menekan biaya produksi seperti yang dilakukan China dinilai dipengaruhi oleh skala produksi massal.

“Dengan produksi dalam jumlah besar, biaya per unit bisa ditekan tanpa mengurangi fungsi utama,” ujarnya.

Ardi menambahkan, generasi muda perlu memahami sistem kerja robot agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Tidak semua pekerjaan bisa digantikan robot. Yang penting adalah kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” pungkasnya.