Berita Utama

Kodim Aceh Utara Bangun 15 Jembatan Perintis

Bambang Iskandar Martin
×

Kodim Aceh Utara Bangun 15 Jembatan Perintis

Sebarkan artikel ini
Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin bersama Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan perintis di Desa Dayah Sepeng, Kecamatan Geureudong Pasee, Kamis, 9 April 2026. (Ist)

Byklik.com | Lhoksukon – Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara memulai pembangunan jembatan perintis yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Dayah Seupeng, Kecamatan Geureudong Pasee, Kamis, 9 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembangunan 15 jembatan yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Pembangunan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan programKodim 0103 Aceh Utara Bangun 15 Jembatan Perintis inisiasi Presiden Prabowo Subianto. Pelaksanaannya dipercayakan kepada Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak, yang juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas Pembangunan Jembatan.

Baca Juga  Tahap Awal Misi Relawan UNDIP di Aceh Berakhir 24 Januari

“Pada tahap ketiga ini, sebanyak 15 jembatan kembali dibangun guna menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, mengapresiasi langkah Kodim 0103/Aceh Utara yang dinilai aktif dalam pembangunan dan rehabilitasi jembatan di wilayah pedalaman.

Baca Juga  Jembatan Penghubung Bluka Teubai dan Bangka Jaya Hampir Rampung

Ia menilai pembangunan tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka akses transportasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.

Kegiatan ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kemudian dilanjutkan dengan prosesi peusijuk dan doa bersama.

Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan sekaligus harapan agar seluruh proyek dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam mengatasi kendala transportasi saat musim hujan.***