Berita UtamaEkonomi & BisnisLingkungan & Energi

BPMA Percepat Proyek PGE Optimalkan Lapangan Gas Arun

Avatar
×

BPMA Percepat Proyek PGE Optimalkan Lapangan Gas Arun

Sebarkan artikel ini
BPMA bersama PGE melalui Aceh Production Operation–Optimization & Revamping Project (APO-ORP) terus memacu progres pembangunan fasilitas Gas Processing Facility (GPF) sebagai bagian dari penguatan produksi di Wilayah Kerja B. [Foto: Humas BPMA]

Byklik.com | Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mempercepat penyelesaian proyek optimalisasi Lapangan Arun yang dikelola PT Pema Global Energi (PGE) untuk mendongkrak produksi gas dan kondensat.

BPMA bersama PGE melalui Aceh Production Operation–Optimization & Revamping Project (APO-ORP) terus memacu progres pembangunan fasilitas Gas Processing Facility (GPF) sebagai bagian dari penguatan produksi di Wilayah Kerja B.

Kepala Divisi Perawatan Fasilitas dan Pengendalian Proyek BPMA, Helmi, menyebutkan progres pembangunan GPF berkapasitas 60 MMSCFD telah mencapai 70 persen.

Baca Juga  Pencarian Intensif Pemuda Diduga Lompat ke Sungai Krueng Pirak Terus Dilakukan

“GPF ditargetkan mulai beroperasi (on-stream) pada Agustus 2026. Sebagian besar peralatan utama sudah selesai difabrikasi dan terpasang di lokasi,” ujar Helmi, Selasa, 7 April 2026.

Ia menambahkan, beberapa komponen seperti fasilitas gas compressor masih dalam tahap fabrikasi dan dijadwalkan tiba di lokasi pada Mei 2026.

Setelah beroperasi, fasilitas ini diproyeksikan menjadi tulang punggung produksi migas di wilayah tersebut dengan peningkatan efisiensi dan keandalan.

“Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan penjualan gas hingga 12 MMSCFD serta menambah produksi kondensat dari 1.000 BPD menjadi 1.300 BPD,” jelasnya.

Baca Juga  Dukung Pembangungan Sekolah Rakyat, Pemkab Aceh Utara Siapkan Lahan 351.723 M Persegi

Kepala BPMA, Nasri, mengapresiasi percepatan proyek tersebut dan menilai langkah ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan lifting migas di Aceh.

“Pengembangan proyek ini akan memperkuat ketahanan energi daerah dan nasional, sekaligus menjaga kesinambungan produksi migas di Aceh,” kata Nasri.

Ia juga menegaskan proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi turut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan negara dan penguatan infrastruktur hulu migas secara berkelanjutan.