Byklik.com | Langkat – Komisi XII DPR RI menyoroti dampak lingkungan operasional PLTU Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat kunjungan kerja spesifik, Kamis, 2 April 2026.
Anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra, menegaskan penyediaan listrik nasional tidak boleh mengorbankan keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar pembangkit.
“Keandalan energi tidak dapat dipisahkan dari keadilan lingkungan dan perlindungan masyarakat,” ujar Rocky.
PLTU Pangkalan Susu diketahui merupakan pembangkit strategis dengan kapasitas 2 x 210 MW yang menopang sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara, dengan kontribusi pasokan mencapai lebih dari 100 juta kWh per bulan.
Namun di balik peran strategis tersebut, DPR menilai operasional PLTU berbasis batu bara menyimpan risiko besar terhadap lingkungan, mulai dari emisi udara, pencemaran air, hingga pengelolaan limbah berbahaya seperti fly ash dan bottom ash.
Komisi XII juga mengungkap adanya berbagai aduan masyarakat di sekitar wilayah operasional, mulai dari gangguan kesehatan, penurunan kualitas lingkungan, hingga dampak terhadap mata pencaharian nelayan dan petani.
“Aspirasi masyarakat ini harus menjadi perhatian serius. Tidak boleh ada warga yang dirugikan oleh operasional pembangkit,” tegasnya.
Meski demikian, DPR mengapresiasi sejumlah langkah perbaikan yang telah dilakukan pengelola PLTU, seperti penerapan co-firing biomassa dan inovasi efisiensi operasional.
Namun, DPR menilai langkah tersebut belum cukup dan perlu evaluasi menyeluruh untuk memastikan pengendalian emisi dan dampak lingkungan berjalan efektif.
Sebagai tindak lanjut, Komisi XII DPR RI akan meminta Kementerian Lingkungan Hidup meningkatkan pengawasan terhadap seluruh PLTU di Indonesia.
“Kami akan dorong pengawasan lebih ketat agar operasional pembangkit tetap sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan,” kata Rocky.
Kunjungan ini sekaligus menjadi tekanan politik bagi pemerintah dan pengelola pembangkit agar transparan dalam pengelolaan lingkungan, serta memastikan hak masyarakat atas lingkungan yang sehat tetap terjamin.











