Nasional

Kemenhan Ambil Alih Pengelolaan 217 TMP di Indonesia

Avatar
×

Kemenhan Ambil Alih Pengelolaan 217 TMP di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk optimalisasi pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional dan Makam Pahlawan Nasional di seluruh Indonesia, Kamis, 2 April 2026. [Foto: Humas Kemenhan]

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengalihan pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional dan Makam Pahlawan Nasional di seluruh Indonesia, Kamis, 2 April 2026.

Penandatanganan dilakukan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk optimalisasi pengelolaan situs kepahlawanan.

Dalam kesepakatan tersebut, pengelolaan sekitar 217 titik TMP, termasuk TMP Nasional Utama Kalibata, secara bertahap akan dialihkan ke Kementerian Pertahanan mulai April 2026.

Baca Juga  Kementerian Keuangan Buka Blokir Anggaran Senilai Rp86,6 Triliun

Mungkin gambar teks
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. [Foto: Humas Kemenhan]
“Pengalihan ini dilakukan bertahap, dimulai dari pelaksanaan di lapangan mulai bulan April ini,” ujar Saifullah Yusuf.

Meski demikian, Kemensos tetap memberikan dukungan selama masa transisi hingga akhir 2026 guna memastikan proses pengalihan berjalan lancar.

Gus Ipul menegaskan, langkah ini bertujuan memperkuat pengelolaan kawasan makam pahlawan, baik dari sisi perawatan fisik maupun penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, pengelolaan di bawah Kemenhan diharapkan mampu meningkatkan fungsi TMP sebagai ruang edukasi sejarah dan penanaman nilai perjuangan kepada generasi muda.

Sementara itu, Kemenhan akan memimpin langsung pengelolaan operasional di lapangan, termasuk pemeliharaan dan pengembangan kawasan TMP di berbagai daerah.

Baca Juga  Menhan Bentuk Satgas Kuala untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana

Pemerintah menilai pengalihan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat penghormatan terhadap jasa pahlawan sekaligus membangun karakter kebangsaan masyarakat.

Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjadikan TMP tidak hanya sebagai tempat pemakaman, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan refleksi nilai-nilai patriotisme.

Dengan pengalihan ini, pemerintah menargetkan pengelolaan TMP ke depan menjadi lebih terintegrasi, profesional, dan berdampak luas bagi penguatan identitas nasional.