Internasional

Iran Tolak Proposal Damai Trump

Avatar
×

Iran Tolak Proposal Damai Trump

Sebarkan artikel ini
Presiden Donald Trump meninggalkan West Palm Beach, Florida, pada Senin, 23 Maret 2026. [Foto: Reuters/Kevin Lamarque]

Byklik.com | Washington – Iran secara terbuka menolak proposal perdamaian 15 poin yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, namun di balik sikap keras tersebut, Teheran dilaporkan masih mempertimbangkan kemungkinan pembicaraan.

Memasuki hari ke-26 konflik, situasi di Timur Tengah masih sangat tegang dengan belum adanya titik temu antara kedua pihak.

Laporan menyebutkan proposal AS mencakup isu strategis seperti jalur pelayaran di Selat Hormuz, program nuklir Iran, hingga pengembangan rudal balistik.

Meski demikian, Iran menilai proposal tersebut tidak sesuai dengan kepentingannya dan bahkan mengajukan tuntutan balasan, termasuk kompensasi dan kendali atas wilayah strategis.

Baca Juga  Mega Korupsi Rp75 T, Mantan Orang Nomor Satu Malaysia Dipenjara

Di sisi lain, Gedung Putih meningkatkan tekanan dengan ancaman keras jika Iran terus menolak kesepakatan.

Namun, di tengah retorika keras tersebut, komunikasi tidak langsung antara kedua negara masih berlangsung melalui pihak ketiga seperti Pakistan.

Pakistan bahkan disebut menjadi mediator utama dan siap memfasilitasi pertemuan guna meredakan konflik.

Presiden Trump sebelumnya juga sempat menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran, mengklaim adanya “pembicaraan produktif” meski belum jelas dengan siapa komunikasi itu dilakukan.

Baca Juga  Iran Luncurkan Rudal Sejjil ke Israel, Namanya Terinspirasi dari Surah Al-Fil

Sementara itu, Iran tetap menunjukkan sikap publik yang tegas dengan menolak negosiasi langsung selama tekanan militer masih berlangsung.

Pejabat militer Iran bahkan menegaskan kesiapan menghadapi perang berkepanjangan di tengah serangan yang terus terjadi.

Meski demikian, laporan menyebutkan bahwa pejabat Iran diam-diam mempertimbangkan pertemuan dengan utusan AS dalam waktu dekat.

Kondisi ini menunjukkan adanya kontras antara sikap resmi Iran yang menolak dan dinamika di balik layar yang membuka peluang diplomasi, meski jalan menuju perdamaian masih panjang.