Internasional

BNN Dorong Pendekatan Berimbang Hadapi Narkotika di CND Wina

Bambang Iskandar Martin
×

BNN Dorong Pendekatan Berimbang Hadapi Narkotika di CND Wina

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, memimpin delegasi Indonesia dalam Sesi ke-69 Commission on Narcotic Drugs (CND) yang diselenggarakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di Vienna, Austria hingga Jumat, 13 Maret 2026. (Ist)

Byklik.com | Vienna, Austria – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, memimpin delegasi Indonesia dalam Sesi ke-69 Commission on Narcotic Drugs (CND) yang diselenggarakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di Vienna, Austria.

Keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat upaya global dalam menghadapi permasalahan narkotika.

Dalam forum yang berlangsung hingga Jumat, 13 Maret 2026, Kepala BNN menyampaikan National Statement, menekankan pentingnya pendekatan berimbang dalam penanganan narkotika, meliputi pengurangan pasokan dan permintaan secara simultan, penguatan kerja sama internasional, pengedepanan nilai kemanusiaan, serta pengembangan layanan rehabilitasi berbasis bukti ilmiah.

Selain itu, Kepala BNN membuka side event seminar bertema “Vape and Narcotics: A Bad Combination – Addressing Narcotics-Contaminated Vaping Products through Preventive, Regulatory and Cooperative Frameworks.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BNN dengan dukungan pemerintah Singapura, Thailand, UNODC Regional Office for Southeast Asia and the Pacific di Bangkok, serta Belgia.

Baca Juga  BNN Bongkar Pabrik Sabu Rumahan di Apartemen Cisauk Tangerang

Seminar tersebut membahas tren meningkatnya penyalahgunaan rokok elektronik (vape) sebagai media konsumsi narkotika dan zat psikoaktif lainnya. Fenomena ini menjadi tantangan baru karena cairan vape yang terkontaminasi narkotika berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius serta menyulitkan proses deteksi dan pengawasan.

Forum mendorong penguatan regulasi, sistem peringatan dini, dan kerja sama internasional untuk menghadapi tren ini.

Selain itu, Kepala BNN membuka pameran yang diselenggarakan Pemerintah RI bertema “Enhancing International Cooperation for Future Development Starting from Children: ‘Ananda Bersinar’ to Address Drug Challenges.”

Pameran tersebut menampilkan hasil karya masyarakat binaan BNN yang diarahkan menuju kemandirian dan produktivitas, sekaligus melindungi anak-anak dari ancaman narkotika melalui program Ananda Bersinar.

Baca Juga  Rusia–Indonesia Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkotika

Kepala BNN juga turut menghadiri voting perubahan penggolongan beberapa zat, antara lain coca leaf, MDMB-FUBINACA, N-pyrrolidino isotonitazene, dan N-desethyl etonitazene, sebagai bagian dari mekanisme internasional pengawasan zat berbahaya.

Partisipasi aktif Indonesia dalam Sesi ke-69 CND mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat kerja sama internasional dan mengedepankan pendekatan komprehensif dalam menghadapi tantangan narkotika yang semakin kompleks.***