HeadlineHumaniora

Bau Mulut Saat Puasa, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Avatar
×

Bau Mulut Saat Puasa, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: Freepik.com]

Byklik.com | Semarang – Bau mulut sering menjadi keluhan yang dialami banyak orang saat menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini terjadi karena perubahan pada rongga mulut akibat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.

Hal tersebut dijelaskan oleh Dosen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, drg. Surya Nelis, Sp.P.M, pada Jumat, 6 Maret 2026. Ia menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama bau mulut saat puasa adalah kondisi rongga mulut yang menjadi lebih kering.

“Ketika berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan air dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, kondisi mulut menjadi lebih kering. Selain itu, tidak adanya aktivitas mengunyah makanan dalam waktu yang lama juga membuat rangsangan pada kelenjar air liur berkurang,” ujar Surya.

Menurutnya, aktivitas mengunyah memiliki peran penting dalam merangsang produksi air liur atau saliva. Jika rangsangan tersebut berkurang, maka produksi saliva juga ikut menurun. Padahal, saliva berfungsi sebagai pembersih alami rongga mulut.

Baca Juga  Bupati: 21 Tewas dan 24 Hilang di Aceh Tengah

“Air liur membantu membilas sisa makanan dan bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut. Ketika produksi saliva menurun, proses pembersihan alami rongga mulut juga berkurang sehingga sisa makanan dan bakteri tidak terbilas dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, saliva juga mengandung berbagai enzim penting seperti amilase saliva (ptialin), lipase lingual, dan lisozim yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.

Jika produksi saliva menurun, bakteri patogen di rongga mulut dapat berkembang lebih bebas. Bakteri tersebut kemudian memecah protein dari sisa makanan dan menghasilkan senyawa sulfur yang mudah menguap, yang menjadi sumber utama bau tidak sedap dari mulut.

“Senyawa sulfur ini mudah menguap sehingga baunya dapat tercium oleh orang di sekitar,” tambahnya.

Meski demikian, Surya menegaskan bahwa bau mulut saat puasa sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi pada waktu tidak berpuasa.

Ia menyarankan pola minum sekitar dua liter air per hari, dengan pembagian tiga gelas saat berbuka puasa, dua gelas setelah salat tarawih, dan tiga gelas saat sahur.

Baca Juga  Guru dan Siswa MIN 10 Aceh Utara Luncurkan Buku "Pilar-Pilar Cahaya"

Selain itu, menjaga kebersihan rongga mulut juga menjadi hal yang sangat penting. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya menyikat gigi, tetapi juga membersihkan lidah karena permukaan lidah merupakan tempat yang nyaman bagi bakteri berkembang.

“Jangan lupa menyikat gigi sebelum tidur dan setelah sahur. Saat kita tidur, produksi air liur menurun bahkan hampir nol, sehingga jika sisa makanan tidak dibersihkan, bakteri akan berkembang lebih cepat,” jelasnya.

Beberapa langkah lain yang dapat membantu mengurangi bau mulut saat puasa antara lain menghindari makanan beraroma tajam, tidak merokok, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta memilih karbohidrat kompleks dibandingkan karbohidrat sederhana.

Dengan menjaga hidrasi tubuh dan kebersihan rongga mulut secara optimal, masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan percaya diri.