Byklik.com | Lhokseumawe – Jalur pipa gas milik Pema Global Energi (PGE) semakin riskan di tengah banyaknya bangunan dan usaha dalam batasan lintasan pipa. Penyelesaian masalah ini sudah mendesak untuk menghindari terjadinya situasi membahayakan bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah bangunan di jalur pipa semakin bertambah dan terus bertambah. Field Manager PGE, Ruzi Abdul Muis, mengungkapkan perbaikan sarana lain membuat lalu lintas semakin ramai.
“Hal itu membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mendirikan tempat usaha. Positif bagi ekonomi masyarakat, tapi sayangnya didirikan di atas lintasan pipa bertekanan tinggi,” ungkap Ruzi Abdul Muis di sela-sela sosialisasi keselamatan jalur pipa kepada jurnalis di Lhokseumawe, Rabu, 4 Maret 2026.
Kondisi itu sangat membahayakan, tidak saja bagi pedagang, tetapi masyarakat sekitar. Namun, untuk memindahkan bangunan yang sudah telanjur didirikan di atas jaringan pipa, diakui Ruzi juga tidak mudah, meski pihaknya setiap tahun melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Penyelesaian masalah ini membutuhkan pendekatan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Menurut Ruzi, ada beberapa titik yang aman dari lintasan pipa, “Misalnya ada belokan pipa yang di atasnya jauh lebih aman. Tapi kalau bangunan di atasnya dibiarkan sementara yang lain tidak, dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan. Mengapa diperlakukan tidak adil,” tambah Ruzi.
Persoalan tersebut semakin rumit karena ada pedagang yang sudah membayar iuran tak resmi kepada pihak tertentu. Penyerahan iuran ini semakin merugikan pedagang yang sudah mengeluarkan modal untuk mendirikan tempat usaha sekaligus membayar iuran.
Ruzi mengharapkan semua pihak ikut menjaga jalur pipa gas bertekanan tinggi demi keselamatan bersama. Ia juga menyinggung usia pipa yang juga berpengaruh terhadap keandalannya menghadapi tekanan. “Ada beberapa aspek dalam ketahanan pipa yang harus diperhatikan setelah puluhan tahun digunakan,” ujarnya.
Terakhir, ada anggapan keliru di tengah masyarakat ketika PGE sudah menjadi milik masyarakat Aceh. “Justru karena sudah menjadi milik sendiri, harus semakin dijaga,” pesan Ruzi.
Dalam sosialisasi tersebut, pihak PGE menyampaikan sejumlah hal yang membahayakan dari jalur jalur migas. PGE juga memaparkan sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk tetap aman di antara jaringan pipa serta langkah antisipatif ketika terjadi insiden.[]











