HeadlinePendidikan & Karier

45 Anak di Bireuen Keracunan MBG, Ini Menu yang Dikonsumsi

Avatar
×

45 Anak di Bireuen Keracunan MBG, Ini Menu yang Dikonsumsi

Sebarkan artikel ini
Bupati Bireuen, Mukhlis, mengunjungi anak korban keracunan MBG di Simpang Mamplam. Foto: Dok.Byklik.com

Byklik.com | Bireuen – Sebanyak 45 anak PAUD, TK, dan SD di Simpang Mamplan Kabupaten Bireuen, yang diduga keracunan makan bergizi gratis, mengonsumsi menu berupa bakso, susu kotak, kue, kurma, telur rebus, kerupuk tempe, pisang, dan kue.

Meski di sejumlah media sosial beredar informasi penyebab keracunan diduga dari bakso, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait.

Bupati Bireuen, H Mukhlis, mengaku belum mendapatkan laporan mengenai sumber makanan yang menyebabkan puluhan anak mengalami keracunan. Ia sudah mengingatkan pengelola SPPG agar memastikan makanan yang disiapkan benar-benar bergizi dan layak konsumsi.

“Kita sudah ingatkan pihak pengelola untuk terus melakukan pengawasan ketat. Kami akan turun juga dengan Kapolres ke dapur MBG,” ungkap Bupati Mukhlis yang langsung terjun ke puskesmas setelah mengetahui adanya korban keracunan makanan, Kamis malam.

Baca Juga  Ruwaidawati dan Semangat Guru Muda Gayo Lues di Era Digital

Mengenai biaya pengobatat para korban, menurut Mukhlis, semuanya ditanggung pemerintah. Sampai Jumat, 27 Februari 2026 pukul 16.00 WIB, sudah banyak korban pulang setelah dinyatakan sehat.

Bupati mengharapkan kepada koordinator MBG agar dapat terus mengawasi secara ketat dan jika kejadian ini berulang lagi sebab nanti akan berhadapan dengan hukum.

Seorang warga Gampong Meunasah Daya, Simpang Mamplam, Jauhari Hasballah (51), mengatakan anaknya, Muhammad Khairil Rizami (7) mengambil menu MBG pukul 17.00 WIB. “Menu tersebut dimakan saat berbuka puasa,” ungkap Jauhari di Puskesmas Simpang Mamplam.

Ia menambahkan, tidak ada gejala apa pun ketika mengonsumsi makanan MBG. Namun, ketika tidur, sekitar pukul 21.30, anaknya mengalami muntah-mutah dan diare.

Baca Juga  KKN Mahasiswa USK di Jaya Baru, Ini Ragam Edukasi yang Dihadirkan

Untuk penanganan pertama, Jauhari memberikan obat campuran gula dan garam, tetapi diare dan muntah-muntah tidak juga reda. “Lalu kamu larian ke IGD Puskesman,” tutur Jauhari.

Hal senada disampaikan M Zubir (32), warga Krueng Meusegop, Simpng Mamplam, Bireuen. Dua anaknya, Muhammad Alfatih (7) murid kelas I SD Krueng Meusegop, dan adiknya Aimmatul Niswah (4) juga menjadi  korban keracunan makanan MBG.

Makanan tersebut juga dikonsumsi setelah berbuka puasa. Setelah dua jam kemudian, kedua anaknya langsung muntah dan mencret, lalu Zubir pergi ke apotek untuk membeli obat, setelah diminum tetapi tidak mempan juga, sehingga kedua anak kami bawa ke Puskesmas Simpang Mamplam.

Sampai puskesmas, saya lihat sudah banyak korban lainnya,” ujar Zubir.[]