ByKlik.com | Jakarta — Kementerian Agama menargetkan pencairan dana BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal (RA) Tahap I 2026 tuntas sebelum Idulfitri. Pemerintah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp4,5 triliun untuk menjaga stabilitas operasional lembaga pendidikan Islam.
Selanjutnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa dana tersebut harus segera masuk ke rekening penerima. “Target kami jelas, sebelum Idul Fitri dana sudah terealisasi. Lembaga tidak boleh terganggu aktivitasnya,” ujar Menag di Jakarta, Selasa (24/2).
Selain itu, anggaran ini akan menyasar sekitar 31 ribu RA dan 52 ribu madrasah swasta di Indonesia. Menag menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo untuk mendukung pendidikan bermutu.
Secara teknis, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menjelaskan adanya perubahan mekanisme distribusi menjadi dua tahap setahun. Skema semesteran ini bertujuan menyederhanakan administrasi dan menyesuaikan kebutuhan riil lembaga pendidikan di lapangan.
Sementara itu, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah mewajibkan pengelola lembaga menggunakan portal digital resmi untuk proses pencairan. Sistem digital ini akan mempercepat verifikasi data serta meminimalkan potensi kesalahan administratif yang sering terjadi.
Kemudian, para pengelola harus segera mengunggah dokumen persyaratan mulai 22 Februari hingga 3 Maret 2026. Nyayu mengingatkan agar seluruh operator madrasah memperhatikan tenggat waktu dan kelengkapan berkas dengan sangat teliti.
Pemerintah berharap percepatan ini dapat membantu guru dan tenaga kependidikan menyambut momentum hari raya. Kedisiplinan administratif menjadi kunci utama agar dana bantuan tersebut cair tepat pada waktunya. []











