Berita Utama

Pascabencana Kemenag Kucurkan Rp19,3 Miliar Pulihkan Aceh

Avatar
×

Pascabencana Kemenag Kucurkan Rp19,3 Miliar Pulihkan Aceh

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar ketika berkunjung ke Pesantren Najmul Hidayah, Bireuen, Desember lalu. [Foto: Dok/Kemenag]

ByKlik.com | Banda Aceh — Kementerian Agama Republik Indonesia menyalurkan bantuan penanganan bencana sebesar Rp19,3 miliar untuk mendukung pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh selama masa tanggap darurat.

Dana tersebut dikelola melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh berdasarkan hasil pendataan dan analisis Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana). Dari total anggaran, Rp4,42 miliar dikelola langsung oleh Kanwil Kemenag Aceh, sementara Rp14,9 miliar disalurkan Kemenag RI ke rekening 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren, masing-masing menerima Rp100 juta.

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, mengatakan alokasi Rp4,42 miliar difokuskan untuk kebutuhan paling mendesak di lapangan.

“Kita gunakan untuk mendukung pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, serta bantuan bagi mahasiswa terdampak. Dana ini untuk memastikan pelayanan pendidikan dan pelayanan publik tetap berjalan pascabencana,” ujar Khairul di Banda Aceh, Senin, 16 Februari 2026.

Baca Juga  TNI Cek Lokasi Pembangunan Jembatan Bailey di Gayo Setie

Ia merinci, Rp1,3 miliar disalurkan ke Kantor Kemenag kabupaten/kota terdampak untuk logistik awal, operasional lapangan, pembersihan, serta bantuan langsung. Sebanyak Rp244,5 juta dialokasikan untuk kebutuhan pokok korban, Rp71 juta untuk pengadaan laptop, printer, dan perangkat komunikasi termasuk internet satelit Starlink, Rp172,3 juta untuk operasional relawan dan kerja bakti sarana prasarana madrasah serta posko, dan Rp15,8 juta untuk transportasi serta distribusi bantuan.

“Kita salurkan berdasarkan laporan kebutuhan dari daerah dan hasil koordinasi dengan tim penanganan bencana,” katanya.

Selain itu, Kemenag juga menyalurkan bantuan sosial kepada 11.772 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta terdampak bencana melalui Rekening Islamic Trust Fund Infag. Total dana Rp2,35 miliar disalurkan masing-masing Rp200 ribu per mahasiswa.

Baca Juga  Prajurit Koramil Samudera Gotong Royong Pulihkan Rumah Dinas

Tak hanya bantuan tunai, Kanwil Kemenag Aceh juga memfasilitasi penyaluran bantuan barang ke 169 madrasah negeri serta mendistribusikan 5 ribu Alquran ke berbagai kabupaten/kota. Bantuan barang meliputi tenda darurat, genset, pompa air, peralatan kebersihan, meja, kursi, hingga laptop sesuai kebutuhan masing-masing lembaga.

Berdasarkan pendataan, sebanyak 1.842 fasilitas terdampak bencana di Aceh, terdiri atas 472 madrasah, 391 pondok pesantren atau dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, 79 Kantor Urusan Agama, serta empat kantor Kemenag kabupaten/kota.

Kabupaten Aceh Utara tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan tertinggi, yakni 131 madrasah dan 101 pesantren terdampak. Selain Aceh Utara, Aceh Tamiang juga mengalami dampak signifikan.

Saat ini, Rp255 juta masih tersimpan di rekening Tanggap Bencana dan akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum terakomodasi.