Pendidikan & Karier

35 Cama Al Azhar Sukses Ikuti Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

×

35 Cama Al Azhar Sukses Ikuti Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

Sebarkan artikel ini

Byklik | Bireuen–Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen bekerja sama dengan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh berhasil menyelenggarakan ujian Tahdid Mustawa bagi 35 calon mahasiswa yang akan melanjutkan kuliah ke Universitas Al Azhar, Kairo Mesir, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung online itu dilaksanakan di ruang multimedia pesantren setempat. Peserta diberikan waktu 120 menit untuk menyelesaikan 70 butir soal pilihan ganda.

Tim edukasi IKAT Aceh, Muhammad Haikal, menyatakan selain ujian Tahdid Mustawa, para peserta akan mengikuti tahapan wawancara, pembekalan bahasa Arab, dan matrikulasi.

Tahdid Mustawa merupakan ujian penentuan level kemampuan bahasa Arab wajib bagi calon mahasiswa asing (non-Arab) yang ingin kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ujian ini memetakan kompetensi (nahwu, saraf, insya’, qiraah, istima‘) untuk menempatkan peserta pada kelas bahasa Arab (Daurah Lughah) yang sesuai sebelum menempuh perkuliahan resmi.

Baca Juga  ISBI Aceh Diharapkan Menjadi "Bappeda" untuk Bidang Seni dan Budaya

Fasilitasi pemantapan bahasa

Pimpinan Pesantren Al Zahrah, Tgk. H.M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., menyambut baik pelaksanaan perdana seleksi tersebut di pesantren pimpinannya, serta mengapresiasi IKAT Aceh yang telah memilih pesantren Al Zahrah.

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwasanya pesantren Al Zahrah siap berpartisipasi untuk menjadi fasilitator persiapan para thalabah (pelajar) ke Timur Tengah.

Baca Juga  Pemko Banda Aceh Buka Akses Karier Global ke Jerman

“Untuk daurah bahasanya, Al Zahrah siap menerima atau menampung bagi calon mahasiswa yang berkeinginan ikut serta dalam karantina khusus di Al Zahrah,” terang Syech Fadhil, sapaan akrabnya.

Sementara itu Raffi Maulana, salah seorang peserta seleksi menyatakan kuliah ke Mesir merupakan mimpinya sejak kecil. Dirinya ingin menambah wawasan lebih luas dan mendalam khususnya dalam bidang Al-Qur’an.

“Saya pingin belajar langsung bersama para syaikh di bumi para nabi,” ungkapnya semringah.

Kegiatan yang berlansung setengah hari itu turut dihadiri Ketua IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir, Ketua Edukasi Timur Tengah, M Zuhri Sulaiman.[]