Byklik.com | Jakarta – Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mendorong percepatan program peningkatan produksi pangan, pembukaan lahan pertanian, dan kesejahteraan petani sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Saleh mengatakan langkah tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kementerian dan lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta petani. Menurutnya, arahan Presiden Prabowo Subianto harus diterjemahkan dalam langkah konkret di lapangan.
“Ini merupakan tugas negara yang harus kita laksanakan. Presiden sudah memberikan arahan kepada Pak Mentan dan saya. Selanjutnya, kita tinggal menjalankan arahan tersebut bersama-sama,” ujar Saleh dalam acara temu ramah di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia menilai peningkatan produksi pangan tidak dapat dipisahkan dari pengembangan lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Karena itu, koordinasi antarinstansi diperlukan agar pelaksanaan program berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Selain mendorong produksi, Saleh menyoroti penegakan hukum terhadap praktik yang disebutnya sebagai mafia pangan. Ia meminta setiap dugaan pelanggaran diproses berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pemberantasan mafia pangan harus mengedepankan penegakan hukum. Jika terbukti melakukan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, penindakan juga harus didasarkan pada bukti yang kuat agar proses hukum berjalan secara tepat dan akuntabel,” katanya.
Menurutnya, pembenahan tata kelola pangan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan produksi. Penguatan sistem pangan, kata dia, bukan hanya menyangkut ketersediaan pasokan, tetapi juga tata kelola yang mendukung kepentingan petani dan konsumen.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kehadiran Saleh di Kementerian Pertanian diharapkan dapat mendukung percepatan pelaksanaan program strategis pertanian sesuai arahan Presiden.
Sebelum mendapat penugasan sebagai Wamentan, Saleh menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad). Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang yang mendukung koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program pertanian.
Saleh mengatakan dirinya telah beberapa kali berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian sebelum mendapat penugasan sebagai Wamentan. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memahami berbagai persoalan dan program di sektor pertanian.
Kementerian Pertanian terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produksi pangan, mengembangkan lahan pertanian, dan mendukung kesejahteraan petani. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.***











