Byklik.com | Banda Aceh – Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK), Safrizal ZA, mengingatkan perguruan tinggi agar menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan integritas.
Pesan tersebut disampaikan Safrizal dalam orasi ilmiah bertema Transformasi, Inovasi, dan Dampak Nyata bagi Negeri pada peringatan Milad ke-65 USK di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin, 12 Oktober 2026.
Safrizal mengatakan, perkembangan AI telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan mengambil keputusan. Perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi menyesuaikan pendekatan pendidikan agar pemanfaatan teknologi tetap mendukung pengembangan kemampuan manusia.
Menurutnya, kampus tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi atau memanfaatkannya untuk mempercepat pekerjaan dan mengolah informasi. Perguruan tinggi juga harus memastikan mahasiswa mampu menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.
Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas, empati, dan tanggung jawab, kata Safrizal, tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Kompetensi tersebut perlu diperkuat agar mahasiswa mampu menghadapi perubahan zaman tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi.
Karena itu, MWA USK mendukung penguatan kapasitas akademik universitas agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Safrizal menegaskan, transformasi perguruan tinggi harus disertai inovasi yang menghasilkan solusi baru dan memberikan manfaat nyata. Pengembangan teknologi, termasuk AI, perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kontribusi universitas terhadap pembangunan.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari pencapaian akademik atau peringkat internasional. Kampus harus mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan dan inovasi menjadi solusi yang relevan dengan persoalan masyarakat.
Selain penguatan akademik dan inovasi, Safrizal menekankan pentingnya otonomi perguruan tinggi dalam mengembangkan kemitraan, memperkuat kapasitas institusi, dan mengelola sumber daya secara responsif. Otonomi tersebut harus berjalan seiring dengan akuntabilitas, integritas, dan tata kelola universitas yang baik.
Memasuki usia ke-65 tahun, USK diharapkan terus meningkatkan kualitas akademik, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Safrizal menegaskan, arah pengembangan USK harus bertumpu pada tiga nilai utama, yakni unggul dalam ilmu, solutif melalui inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi negeri.











