Uncategorized

Penduduk Aceh 5,63 Juta, Didominasi Gen Z dan Milenial

Raudhatul
×

Penduduk Aceh 5,63 Juta, Didominasi Gen Z dan Milenial

Sebarkan artikel ini
Beberapa Mahasiswa sedang menyimak sekaligus mencatat materi tausiyah Menag. [Foto: Kemenag]

Byklik.com | Banda Aceh – Jumlah penduduk Aceh pada 2025 tercatat mencapai 5,63 juta jiwa, dengan komposisi didominasi generasi muda, yakni Generasi Z dan milenial yang mencakup lebih dari separuh populasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria, menyampaikan hal tersebut berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

“SUPAS memotret dinamika fertilitas, mortalitas, mobilitas, hingga disabilitas, dengan estimasi sampai level kabupaten/kota,” ujar Agus, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan porsi 27,01 persen, disusul milenial sebesar 24,30 persen. Sementara Post-Gen Z menyumbang 22,13 persen, Generasi X 17,52 persen, dan kelompok lansia 9,04 persen.

“Ini menunjukkan struktur penduduk Aceh didominasi usia muda produktif,” katanya.

Baca Juga  Kapolri Pastikan Huntap untuk Warga Terdampak Aceh Tamiang

Dari sisi demografi, laju pertumbuhan penduduk melambat menjadi 1,36 persen per tahun dalam lima tahun terakhir. Rasio ketergantungan juga menurun menjadi 47,75, artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 48 penduduk usia nonproduktif.

Proporsi usia produktif (15–64 tahun) kini mencapai 67,68 persen, sementara usia muda turun menjadi 26,30 persen dan lansia meningkat menjadi 6,02 persen.

“Persentase lansia memang meningkat, tetapi Aceh belum masuk kategori ageing population karena masih di bawah 10 persen,” jelas Agus.

Dari sisi mobilitas, Kota Banda Aceh mencatat migrasi masuk tertinggi sebesar 37,92 persen, meski migrasi netonya relatif kecil yakni 0,03 persen. Sementara itu, Kota Subulussalam mencatat migrasi neto positif tertinggi sebesar 3,54 persen, sedangkan Aceh Singkil mengalami migrasi neto negatif tertinggi sebesar -2,03 persen.

Baca Juga  Kasus Bunuh Diri di Sekitar Kita

Selain itu, prevalensi disabilitas di Aceh meningkat menjadi 2,36 persen dari sebelumnya 1,82 persen pada 2020. Jenis disabilitas terbanyak adalah kesulitan berjalan atau naik tangga sebesar 1,06 persen.

Dalam aspek bahasa, mayoritas penduduk Aceh usia 5 tahun ke atas mampu berbahasa Indonesia (98,47 persen). Sebanyak 75,93 persen masih menggunakan bahasa daerah, sementara kemampuan berbahasa asing tercatat 1,76 persen.

“Dominasi usia produktif ini menjadi peluang besar, namun perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar memberikan dampak optimal bagi pembangunan,” pungkas Agus.