Berita Utama

Libur Sekolah, Museum Tsunami Aceh Dipadati Wisatawan

Raudhatul
×

Libur Sekolah, Museum Tsunami Aceh Dipadati Wisatawan

Sebarkan artikel ini
Wisatawan yang berkunjung ke Museum Tsunami Aceh. (Foto: UPTD Museum Tsunami Aceh)

Byklik.com | Banda Aceh – Museum Tsunami Aceh menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati selama masa libur sekolah. Dalam kurun waktu 20 Juni hingga 5 Juli 2026, museum tersebut mencatat sebanyak 52.397 kunjungan, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata sejarah dan edukasi kebencanaan.

Berdasarkan data UPTD Museum Tsunami Aceh, jumlah pengunjung terdiri atas 38.719 orang dewasa, 13.137 anak-anak, dan 541 wisatawan mancanegara. Lonjakan kunjungan tersebut mempertegas posisi Museum Tsunami Aceh sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Banda Aceh.

Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Museum Tsunami Aceh, Mimi Oktriyeni, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung pada masa libur sekolah merupakan tren yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

Baca Juga  Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 111 Jakarta

“Grafik tingkat kunjungan kita naik pada saat libur akhir tahun dan tahun baru, Hari Raya Iduladha, serta libur anak sekolah. Puncak kunjungan juga terjadi pada hari pertama museum kembali dibuka setelah Hari Raya Idulfitri,” ujar Mimi, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan, lonjakan kunjungan mulai terlihat sejak akhir Juni. Rekor kunjungan harian tertinggi tercatat pada Minggu, 5 Juli 2026 dengan 5.198 pengunjung. Sebelumnya, museum menerima 5.140 pengunjung pada 27 Juni, 4.259 pengunjung pada 28 Juni, dan 4.586 pengunjung pada 4 Juli.

Menurut Mimi, tingginya minat berkunjung tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara. Pengunjung asal Malaysia masih mendominasi jumlah wisatawan asing yang datang ke Museum Tsunami Aceh.

Baca Juga  Kapal Pesiar Islami Bakal Berlabuh di Aceh, Bawa 3.000 Turis Muslim Dunia

“Selain Malaysia, ada juga wisatawan dari Jepang, China, Jerman, Inggris, Australia, dan beberapa negara lainnya,” katanya.

Mimi menuturkan, Museum Tsunami Aceh tidak hanya menjadi tempat mengenang peristiwa gempa bumi dan tsunami Aceh 2004, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi mitigasi bencana. Melalui berbagai koleksi, ruang pamer, dan fasilitas edukasi, museum memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Meningkatnya jumlah kunjungan selama libur sekolah turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata di Banda Aceh. Selain menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata, tingginya kunjungan juga memperkuat peran Museum Tsunami Aceh sebagai ikon wisata edukasi yang terus menarik minat wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.[]