Pendidikan & Karier

Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Universitas Malikussaleh Kini Punya 25 Profesor

Avatar
×

Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Universitas Malikussaleh Kini Punya 25 Profesor

Sebarkan artikel ini
Pengukuhan tujuh guru besar di Universitas Malikussaleh Kampus Reuleut, Aceh Utara, Senin, 20 April 2026. Foto: Humas Unimal

Byklik.com | Reuleut – Senat Universitas Malikussaleh menggelar Rapat Senat Terbuka untuk pengukuhan tujuh guru besar dari berbagai fakultas. Pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Tgk Abdul Wahab Dahlawy Universitas Malikussaleh, Kampus Reuleut, Aceh Utara, Senin, 20 April 2026, tersebut menjadi sejarah baru karena terbanyak sejak Universitas Malikussaleh berdiri.

Kegiatan ini menjadi basis legitimasi sosial atas keberadaan tujuh orang guru besar baru di lingkungan Universitas Malikussaleh.

Menurut Ketua Senat Universitas Malikussaleh, Deassy Siska MSc, ketujuh guru besar yang dikukuhkan itu berasal dari empat fakultas dengan rincian dua dari Fakultas Pertanian, dua dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dua dari Fakultas Hukum, dan satu orang dari Fakultas Teknik.

Ketujuh dosen yang dilantik itu adalah Prof Mawardati sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Produksi Pertanian, Prof Laila Nazirah sebagai Guru Besar Bidang Pemuliaan Tanaman,Prof Asnawi, sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian, Prof Ghazali Syamni sebagai Guru Besar Bidang Perilaku Keuangan , Prof Faisal sebagai Guru Besar Bidang Hukum Ekonomi Islam, Prof Malahayati sebagai Guru Besar Bidang Hukum Internasional, dan Prof Arnawan Hasibuan sebagai Guru Besar Bidang Teknologi Rekayasa Energi  Berkelanjutan.

Baca Juga  SNBP 2026 Diumumkan, 3.177 Peserta Lulus di Unimal

“Ini menjadi pengukuhan Guru Besar terbanyak yang pernah dilakukan Universitas Malikussaleh,” ungkap Deassy.

Dengan pengukuhan tujuh Guru Besar tersebut, Universitas Malikussaleh atau Unimal sudah memiliki 25 orang.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra, Asean Eng, mengharapkan dengan pengukuhan guru besar tersebut, atmosfer akademik di kampus akan menjadi lebih kuat yang bisa dilihat dengan lahirnya penelitian-penelitian berdampak.

Baca Juga  Upaya Peneliti Unimal untuk Indikasi Geografis Beras Sikai Beutong Ateuh Nagan

“Pengukuhan tujuh guru besar ini bukan sekadar capaian personal,” sebut Herman. “Melainkan peneguhan tanggung jawab moral untuk menjaga marwah ilmu pengetahuan dan mengabdikan keilmuan bagi kemanusiaan.”

Ketujuh guru besar itu ditampilkan biografinya secara visual dan diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato pengukuhan. Para guru besar menyampaian pidato ilmiah hasil penelitian yang dilakukan yang memakan banyak waktu sehingga harus dilanjutkan setelah salat Zuhur.

Turut hadir pada pengukuhan tersebut Sekda Provinsi Aceh, Muhammad Nasir, M.Si dan Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah, Prof. Dr. Danial Murdani, M.A, para guru besar dan dosen di lingkungan Universitas Malikussaleh, serta para undangan dari berbagai lembaga.[]