Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong penguatan tata kelola dan sumber daya manusia sektor jasa konstruksi guna menjawab tantangan pembangunan infrastruktur nasional yang semakin kompleks dan berkelanjutan, Kamis, 9 April 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, kolaborasi, integritas, dan soliditas seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memajukan sektor jasa konstruksi nasional.
“Tanpa kolaborasi yang kuat, tantangan pembangunan yang semakin kompleks akan sulit diatasi. Diperlukan sinergi yang konsisten antara pemerintah, asosiasi, dan seluruh pelaku industri konstruksi,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Riky Aditya Nazir menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola jasa konstruksi yang adaptif terhadap regulasi dan perkembangan teknologi.
“Tanpa kolaborasi yang kuat dan profesionalisme yang konsisten, kita akan sulit menghadapi tuntutan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan. Semua pihak harus berkomitmen pada standar mutu, keselamatan, dan inovasi,” kata Riky dalam kegiatan coffee morning Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) bersama asosiasi jasa konstruksi.
Ia menjelaskan, penguatan sektor ke depan difokuskan pada transformasi digital layanan, peningkatan kualitas sertifikasi badan usaha, serta pengembangan kompetensi tenaga kerja konstruksi.
Sementara itu, Ketua LPJK Insannul Kamil menyebut forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan membahas isu-isu penting sektor jasa konstruksi, termasuk kepastian regulasi dan peningkatan kualitas layanan.
“LPJK hadir sebagai mitra strategis masyarakat jasa konstruksi dengan membangun ruang dialog terbuka, partisipatif, dan solutif. Seluruh unsur ekosistem jasa konstruksi adalah aset yang harus dipelihara dan dikembangkan bersama,” ujarnya.
Melalui penguatan kolaborasi dan peningkatan kapasitas tersebut, Kementerian PU optimistis sektor jasa konstruksi nasional semakin siap mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.











