Berita Utama

Kemensos Salurkan Rp328 Juta untuk Korban Galodo Solok

Bambang Iskandar Martin
×

Kemensos Salurkan Rp328 Juta untuk Korban Galodo Solok

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan bantuan tersebut saat mengunjungi Posko Penanganan Bencana Banjir Bandang di kawasan Kantor Bupati Solok, Arosuka, Rabu, 7 Oktober 2026. (Foto: Kemensos)

Byklik.com | Solok – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp328.762.860 kepada warga terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bantuan tersebut diserahkan saat pemerintah masih menjalankan penanganan bencana dan pemulihan warga menjelang berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 Oktober 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan bantuan tersebut saat mengunjungi Posko Penanganan Bencana Banjir Bandang di kawasan Kantor Bupati Solok, Arosuka, Rabu, 7 Oktober 2026.

Kunjungan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi Gus Ipul untuk menemui warga terdampak dan melihat langsung penanganan bencana yang masih berlangsung, termasuk aktivitas dapur umum yang telah beroperasi selama 17 hari.

Bantuan Kemensos terdiri atas santunan ahli waris bagi dua korban meninggal dunia sebesar Rp30 juta, santunan bagi dua korban luka berat sebesar Rp10 juta, dan santunan bagi 14 korban luka ringan sebesar Rp35 juta.

Selain santunan, Kemensos menyalurkan bantuan logistik penanganan bencana senilai Rp203.862.860 serta 200 paket sembako senilai Rp49,9 juta. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp328.762.860.

Bantuan secara simbolis diserahkan Gus Ipul kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Solok Candra. Selanjutnya, santunan diberikan langsung kepada dua ahli waris korban meninggal dunia serta perwakilan korban luka berat dan luka ringan yang hadir di lokasi.

Gus Ipul juga berdialog dengan warga terdampak untuk mengetahui kondisi mereka setelah bencana. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan mendoakan korban luka agar segera pulih.

“Kepada yang berduka, kami juga sama menyampaikan belasungkawa. Dengan harapan mudah-mudahan kuat, sabar, yang wafat segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, yang ditinggal diberi kekuatan untuk meneruskan perjuangan almarhum atau almarhumah,” kata Gus Ipul.

Dapur Umum Siapkan 1.500 Porsi Makanan

Penanganan bencana di Kabupaten Solok masih berlangsung. Di dapur umum yang berada di kawasan posko, personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) masih menyiapkan makanan untuk warga terdampak dan petugas.

Dapur umum telah beroperasi selama 17 hari sejak galodo menerjang kawasan Arosuka. Saat ini, sekitar 1.500 porsi makanan disiapkan setiap hari untuk makan pagi, siang, dan malam.

Jumlah produksi tersebut sebelumnya mencapai sekitar 2.000 porsi per hari. Pelayanan dapur umum direncanakan tetap berjalan hingga masa tanggap darurat berakhir pada 12 Oktober 2026.

Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga masih bersiaga di posko untuk mendukung pelayanan dan penanganan warga terdampak.

Baca Juga  Menteri Hukum: Teror Kepala Babi ke Tempo untuk Memecah Belah

Dua Warga Meninggal, 570 Sempat Mengungsi

Banjir bandang atau galodo melanda Kabupaten Solok pada 21 September 2026 setelah hujan ekstrem mengguyur lereng Gunung Talang sejak 19 September.

Sekitar pukul 19.30 WIB, banjir mulai terjadi dan disertai longsor di bagian hulu sungai. Material lumpur, batu besar, serta kayu kemudian menerjang permukiman warga hingga kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan bencana tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 14 orang luka ringan. Sebanyak 570 warga sempat mengungsi akibat bencana tersebut.

Namun, Jon memastikan seluruh warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali.

“Berarti hari ini sudah tidak ada lagi pengungsi kita yang diungsikan,” kata Jon.

Masa tanggap darurat yang semula ditetapkan selama 14 hari diperpanjang tujuh hari hingga 12 Oktober 2026.

Penanganan masih dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Tagana, pendamping sosial, serta unsur lainnya.

Pemerintah Siapkan Pemulihan Pascabencana

Gus Ipul mengatakan penanggulangan bencana dilakukan melalui sejumlah tahapan. Pada masa kedaruratan, keselamatan warga menjadi prioritas utama, sementara personel terlatih melakukan evakuasi dan unsur pendukung menangani kebutuhan logistik serta dapur umum.

“Kita punya mekanisme untuk menanggulangi bencana. Yang pertama adalah penanganan pada masa kedaruratan. Pada masa kedaruratan ini, yang utama adalah menyelamatkan manusianya. Menyelamatkan orang, menyelamatkan keluarga-keluarga terdampak,” kata Gus Ipul.

Setelah masa kedaruratan terlewati, penanganan memasuki tahap pemulihan. Gus Ipul menekankan pentingnya pendataan dan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang berhak.

“Pasca bencana ini yang tentu memerlukan kolaborasi lebih luas. Sama-sama untuk mendata dengan baik. Data ini yang memerlukan waktu. Pak Bupati didukung oleh perangkatnya, Forkopimda, menentukan, menginventarisir, mendata secara akurat siapa saja keluarga yang terdampak ini,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi, Kemensos menyiapkan sejumlah dukungan bagi keluarga terdampak, antara lain jaminan hidup selama tiga bulan, bantuan isian rumah bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, serta bantuan pemberdayaan ekonomi.

“Jadi semuanya ini dilakukan bersama-sama, diawali dengan pendataan oleh bupati atau oleh pemerintah daerah. Bupati menyediakan datanya, setelah datanya valid kita intervensi secara simultan,” katanya.

Gus Ipul menegaskan verifikasi diperlukan untuk memastikan penyaluran bantuan dapat dipertanggungjawabkan karena menggunakan anggaran negara.

“Setiap rupiah yang keluar kita semua harus bertanggung jawab. Maka kita harus memastikan bahwa bantuan ini diterima oleh mereka yang berhak,” ujarnya.

Baca Juga  Lismawani Perkuat Kolaborasi Wujudkan PAUD Bermutu

Sekolah Rakyat Disiapkan untuk Anak Keluarga Kurang Mampu

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok.

Salah seorang siswa, Ilham, dipanggil ke depan untuk berbincang dengan Gus Ipul. Ilham menceritakan dirinya sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya. Ayahnya bekerja sebagai petani.

Setelah menjadi siswa Sekolah Rakyat, Ilham mengaku merasa lebih aman dan nyaman mengikuti pendidikan di sekolah berasrama tersebut. Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Ilham menjawab ingin menjadi anggota TNI Angkatan Laut.

Gus Ipul mengatakan siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah.

“Ini siswa-siswa Sekolah Rakyat adalah siswa dari keluarga paling tidak mampu di Kabupaten Solok. Ini yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah,” katanya.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat saat ini masih dalam tahap rintisan. Ke depan, pemerintah akan membangun gedung permanen dengan kapasitas lebih besar.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 7,2 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Sekolah tersebut direncanakan memiliki kapasitas hingga 2.500 siswa.

Gus Ipul Tinjau Dapur Umum

Setelah menyerahkan bantuan dan berdialog dengan warga, Gus Ipul meninjau dapur umum. Ia melihat langsung aktivitas Tagana yang telah bekerja selama lebih dari dua pekan dalam mendukung penanganan bencana.

Gus Ipul berbincang dengan para personel dan menyampaikan apresiasi atas peran Tagana dalam membantu warga terdampak.

“Pokoknya saya percaya sama Tagana,” kata Gus Ipul.

Ia mengatakan Tagana merupakan salah satu kekuatan Kemensos di daerah yang berperan membantu penanganan bencana, termasuk mengoperasikan dapur umum, mendukung distribusi logistik, serta membantu kebutuhan warga terdampak.

“Ya, itulah pokoknya tugasnya membantu, ya. Bantu semua yang butuh bantuan,” ujarnya.

Setelah peninjauan dapur umum selesai, siswa-siswi SRMP 5 Solok kembali mengiringi kepergian Gus Ipul dengan yel-yel dan jargon Sekolah Rakyat.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Solok Candra, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, unsur Forkopimda Kabupaten Solok, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Syaifullah, jajaran BNPB dan BPBD, BPS, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos Masryani Mansyur, serta jajaran Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Sosial.***