Pendidikan & Karier

Kemenag-Kemenkes Perkuat Sinergi Wujudkan Pesantren Bebas TBC

Avatar
×

Kemenag-Kemenkes Perkuat Sinergi Wujudkan Pesantren Bebas TBC

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benny di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. [Foto: Kemenag]

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sinergi untuk mencegah penyebaran tuberkulosis (TBC) di lingkungan pondok pesantren melalui program Pesantren Bebas TBC. Langkah ini dilakukan untuk melindungi kesehatan santri sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan keagamaan yang sehat dan aman.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benny di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.

Wamenag menegaskan, perlindungan kesehatan santri harus menjadi perhatian pemerintah dan pengelola pesantren. Menurutnya, pesantren sebagai tempat santri menimba ilmu, mengembangkan diri, dan membangun karakter perlu terbebas dari ancaman penyakit menular, termasuk TBC.

Baca Juga  Keracunan Massal Kembali Terjadi, 116 Santri Sumedang Terdampak

“Ini adalah program yang sangat baik. Saya yakin program ini dapat berjalan dengan lancar. Apalagi program ini juga didukung oleh Kemenag, Kemenkes, pemerintah daerah, termasuk pengelola pesantren,” ujar Muhammad Syafi’i.

Sementara itu, Wamenkes Benny menyampaikan bahwa upaya mewujudkan pesantren bebas TBC juga mendapat dukungan Kementerian Dalam Negeri. Dukungan lintas kementerian tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan program agar berjalan lebih efektif.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Aceh Hadiri Shuling DKMA di Masjid Ar-Rahman Merduati

Program Pesantren Bebas TBC melibatkan pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, serta pengelola pondok pesantren. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan upaya pencegahan dan penanganan TBC di lingkungan pesantren.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk menjaga kesehatan santri dan membangun lingkungan pesantren yang mendukung proses belajar mengajar.

Upaya pencegahan TBC di pesantren menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat, mengingat kehidupan berasrama membuat santri berinteraksi dan beraktivitas bersama dalam lingkungan yang relatif padat.